Ayo Bantu Tessa Anak Berprestasi Melawan Leukemia

14 Mei 2019.

Halo orang baik, perkenalkan namaku Tesalonika Dita Purnamasari. Aku biasa dipanggil Tessa. Aku adalah pejuang kanker darah dengan tipe ALL High Risk. Dan perjuanganku melawan sel kanker jahat ini panjang banget, lo! Jadi, aku dinyatakan mengidap Kanker Darah dengan tipe ALL High Risk waktu aku berusia 9 tahun (4 SD). Kaget banget, bercampur dengan takut. Tapi, aku nggakmau menyerah sebelum aku berusaha! Jadi semua saran dokter agar aku jalani serangkaian kemoterapi, kujalani dengan disiplin. Namun, karena aku harus membagi fokusku untuk berobat, aku harus cuti sekolah selama 1 semester.

Meskipun aku cuti, nilai-nilaiku sama sekali nggak ada yang jelek lo, kak! Puji Tuhan, aku tetap ranking walau aku nggak masuk sekolah 6 bulan dan nggak les tambahan. Bahkan, waktu aku kelas 5, aku dipilih untuk mewakili sekolah mengikuti “Lomba Siswa Berprestasi” yang diikuti oleh 60 SD se-kecamatan Pondok Gede. Dilomba itu, mata pelajaran yang dilombakan adalah Bahasa Inggris, Bahasa Indonesia, Matematika & Pengetahuan Umum. Setelah lolos dari semua lomba itu, peserta akan diuji dengan Praktek IPA. Puji Tuhan, semua aku bisa lalui dan aku menang Juara 2!

Setelah itu, aku tetap jalani aktifitas seperti teman-temanku yang lain. Karena aku sama sekali nggak mau diistimewakan, jadi aku tetap sekolah seperti biasa, malah aku ikut pelajaran Olah Raga (yang seharusnya nggak boleh aku ikuti karena kondisi kesehatanku). Tibalah waktunya ujian kelulusan SD, ujiannya praktek dan tertulis. Aku tetap datang ke sekolah untuk mengikuti semua ujian itu. Lagi-lagi Tuhan sangat baik! Aku dinyatakan lulus dengan rata-rata NEM 91 dan tetap mendapat ranking. Selain itu, aku juga dinyatakan Remisi (bebas dari sel kanker)! Pengobatan selama 2 tahunku membuahkan hasil, Puji Tuhan!

Tapi, kebahagiaanku nggak berlangsung lama. Karena waktu aku kontrol ke Poli Anak dan Laboratorium, ternyata hasilnya aku Relapse atau Sel Kanker yang sempat lepas dari tubuh aku menyerang lagi. Aku sedih banget! Jujur, harapanku sempat punah seketika saat itu. Baru aja aku merasakan bebas obat selama 10 bulan, sekarang aku harus berjuang lagi dari awal. Berusaha berdamai dengan rumah sakit, kemoterapi dan obat-obatan. Cuma, apa artinya kalau aku menyerah, kemarin saja aku bisa sembuh, maka aku pasti bisa sembuh untuk ke-2 kalinya! Akhirnya, pengobatan Relapse tetap aku jalani dengan penuh kesabaran dan semangat. Aku pun cuti 1 semester saat SMP kelas 7.  Semua itu kulakukan karena aku ingin cepat sembuh, sekolah lagi, bisa masuk SMP dan melayani di gereja lagi.

Aku baru masuk sekolah SMP kelas 7 di semester 2. Walaupun kondisiku masih lemah, aku tetap semangat untuk kembali ke sekolah. Karena aku kangen banget sama teman-temanku, aku juga masih ingin belajar, menjalani hobiku sekaligus melayani di gereja dengan main biola dan piano. Di SMP, aku terpilih masuk kelas unggulan. Mamaku sempat minta kepala sekolah untuk memindahkan aku ke kelas yang biasa saja, mengingat aku akan sering cuti untuk jalani kemoterapi. Namun permintaan itu tidak dikabulkan oleh kepala sekolah. Dengan alasan kalau aku memang layak masuk kelas unggulan. Seperti sebelumnya, aku cuti sekolah dan selama 2 tahun aku menjalani pengobatan. Hasilnya bikin aku semangat banget! Aku dinyatakan bebas obat lagi, yeay aku berhasil menang lagi lawan Kanker Darah ini!

Tapi ternyata, Tuhan belum izinkan aku berhenti berjuang. Baru 5 bulan dinyatakan bebas obat, aku kembali relapse. Jadi, aku sudah 2 kali relapse dan masih harus berjuang lagi. Sekarang aku kembali dirawat di RS Dharmais. Hasil laboratorium menyatakan Leukosit aku sangat tinggi. Jadi, Aku harus tambah darah merah, selain itu aku juga butuh 2 kantong Aferesis untuk menaikkan trombositku.  Puji Tuhan, tiba-tiba pertolongan datang, ada seorang teman sesama orang tua pasien yang dengan sukarela mendonorkan darah aferesisnya. Tetapi masalahnya terbesar adalah, untuk menjalani kemoterapi dengan protokol baru itu rasanya tidak mungkin, karena dosisnya sudah pasti lebih tinggi lagi dan kemungkinan akan membahayakan bagi jantung dan ginjalku. Puji Tuhan, sekarang sudah ada pengobatan yang lebih efektif untuk pejuang kanker yang berkali-kali relapse yakni Car- T Cell. Sayangnya, biayanya sangat besar, yaitu 1 Milyar! Aku lihat wajah mama dan papa yang menunduk. Aku yakin mereka kebingungan untuk mengumpulkan biaya sebesar itu demi aku. Karena, papa dan mama sudah sangat habis-habisan demi pengobatanku sejak usiaku 9 tahun.

20 Juli 2019.

Tessa diantar mama, papa, pakde dan budenya menuju ke RS. Dharmais untuk menjalani rawat inap karena sesuai dengan waktu yang sudah dijadwalkan untuk pengambilan darah T Cell Tessa yaitu 22 Juli 2019. Untuk memastikan kamarnya ada atau tidak, kami sebelumnya menelepon lebih dahulu ke rumah sakit, puji Tuhan ternyata ada kamar kosong. Setelah mendapat kamar Tessa lalu cek lab, hasilnya bagus semua, hanya HBnya 9,5, jadi Tessa perlu di PRC atau tambah darah sebanyak 580cc karena untuk mengantisipasi besok pada saat Aferesis agar kondisi Tessa tetap sehat.

Pada 21 Juli 2019, Tessa mulai tambah darah 580cc dibagi menjadi 4 kantong yang pemberiannya bertahap. Pada 22 Juli 2019, setelah PRC selesai akhirnya Tessa cek laboratorium lagi sebelum tindakan pengambilan darah Aferesis Tessa dilakukan. Puji Tuhan, hasilnya bagus. Pada 22 Juli 2019, pukul 7 pagi, Tessa didampingi mama dan papanya menuju ke ruang PICU.  Pukul 08.00 WIB, dokter anestesi memasang alat-alat CDL yang digunakan untuk pengambilan darah aferesis nanti.  Pukul 09.00 WIB, mulailah pengambilan darah T Cell Tessa yang selesai pada pukul 11.30 WIB, semua berjalan dengan baik dan lancar.

Setelah dikemas dengan rapi, akhirnya darah Tessa dibawa ke Malaysia oleh papa Tessa  untuk dikembangbiakkan disana selama kurang lebih 2-3 minggu. Setelah waktunya tiba maka darah itu nanti yang akan disuntikan ke tubuh Tessa sebagai imun agar Tessa sehat terus, semoga Tessa tidak relapse lagi.

 

Kak, aku masih mau belajar, berprestasi, terus melayani di gereja dan banggakan mama papa. Untuk itu, kiranya kakak semua berkenan untuk bantu perjuangan aku supaya bisa menang di ronde ke-3 ini melawan Kanker Darah.

Kepada Bapak, Ibu, Om, Tante, Kakak, Adik & semua Orang Baik yang telah memberikan donasi untuk Tessa, maka Tessa mengucapkan banyak terima kasih. Tuhan memberkati kita semua

Salam kasih dari Tesalonika DP (Tessa).

 

 

Sumber: ebahana.com

Dalam keberdosaan dan kelemahan kita, karya Allah sempurna untuk menolong kita. Diluar Allah, kehidupan manusia hanya sementara dan sia-sia. Oleh karena itu kita Allah mengundang kita untuk memasuki kehidupan baru bersamaNya melalui Yesus Kristus. Dengan mengenal Yesus, kita akan mengenal Allah yang menciptakan kita dan juga menerima ajakan untuk memiliki hubungan denganNya.

“Yesus menjawab, “Akulah jalan untuk mengenal Allah dan untuk mendapat hidup. Tidak seorang pun dapat datang kepada Bapa kecuali melalui Aku.”
( Yohanes 14:6 )

Jika Anda mengalami kesaksian yang luar biasa dalam hidup Anda, silahkan Whatsapp ke:
Whatsapp: +62 889-1466-144

Untuk kalangan sendiri

Leave a Comment