Kekuatan dalam Ketenangan

Dalam tinggal tenang dan percaya terletak kekuatanmu. -Yesaya 30:15

Di masa-masa saya baru mengenal Tuhan, tuntutan hidup sebagai orang percaya pernah membuat saya bertanya-tanya apakah saya bisa melewati satu tahun tanpa kembali ke kehidupan saya yang lama. Namun ayat firman Tuhan ini membantu saya: “Tuhan akan berperang untuk kamu, dan kamu akan diam saja” (Kel. 14:14). Itulah kata-kata Musa kepada bangsa Israel ketika mereka baru saja terlepas dari perbudakan di Mesir dan sedang dikejar-kejar Firaun. Mereka sedang merasa putus asa dan ketakutan.

Sebagai seorang petobat baru yang menghadapi berbagai cobaan di sekitar saya, nasihat untuk “diam saja” itu menguatkan saya. Sekarang, kira-kira 37 tahun kemudian, bersikap tenang dan diam sambil percaya penuh kepada-Nya di tengah berbagai keadaan yang serba menekan selalu menjadi kerinduan saya di dalam menjalani kehidupan iman.

“Diamlah dan ketahuilah, bahwa Akulah Allah!” kata pemazmur (Mzm. 46:11). Ketika kita tinggal tenang, kita akan mengenal Allah sebagai “tempat perlindungan dan kekuatan, sebagai penolong dalam kesesakan” (ay.2). Kita melihat kelemahan kita sendiri di luar Allah dan menyadari kebutuhan kita untuk berserah kepada-Nya. “Sebab jika aku lemah, maka aku kuat,” kata Rasul Paulus (2Kor. 12:10).

Setiap hari kita berjuang melawan stres dan berbagai keadaan lain yang membuat kita frustrasi. Namun kita bisa meyakini bahwa Allah selalu setia pada janji-Nya untuk memelihara kita. Kiranya kita pun belajar untuk tinggal tenang.

Bapa, Engkaulah yang empunya surga dan Engkau telah berjanji untuk selalu bersamaku. Aku tak perlu takut, karena Engkaulah Allahku. Tenangkanlah aku dengan kasih-Mu.
Tuhan dapat meneduhkan badai di sekitar Anda, tetapi yang lebih sering dilakukan-Nya adalah meneduhkan hati Anda.
 
 
 
 
 

DOA Memulai Hubungan Pribadi dengan Tuhan Yesus Kristus:
Saya percaya bahwa Darah Yesus Kristus yang telah dicurahkan adalah untuk penebusan atas segala hutang dosa saya.
Saya percaya hanya melalui Tuhan Yesus saya beroleh pengampunan yang kekal.
Dan mulai saat ini juga, saya menerima Engkau sebagai Tuhan dan Juruselamat hidup saya pribadi.
Saya mengundang ROH KUDUS tinggal didalam hati saya untuk menuntun saya dalam setiap langkah dan pengenalan saya akan Engkau.
Saya berdoa Hanya di Dalam Nama Tuhan Yesus Kristus, AMIN.

Sumber:
http://www.santapanrohani.org

Leave a Comment

Follow by Email
LinkedIn
Share
WhatsaApp
×