Doa Yang Tidak Terjawab

Dalam sebuah tulisan mengenai doa, C.S Lewis menunjukkan bahwa Tuhan memperlakukan orang Kristen baru dengan kelembutan yang khusus, sama seperti orang tua yang menyayangi bayi mereka yang baru lahir.

Ia mengutip dari seorang Kristen yang berpengalaman, “Saya telah melihat banyak jawaban doa yang sungguh menyolok, dan saya pikir lebih dari satu jawaban-jawaban ini dapat dikategorikan sebagai mujizat. Tetapi biasanya hal ini terjadi pada periode permulaan sebelum pertobatan, atau segera sesudahnya. Ketika kehidupan kekristenan berjalan, hal ini menjadi lebih jarang terjadi. Penolakan juga, tidak hanya menjadi lebih sering, tetapi juga menjadi lebih tegas.”

Sekilas, hal ini sepertinya merupakan suatu kebalikan. Bukankah seharusnya iman menjadi hal yang lebih mudah, dan bukannya lebih sulit, ketika seorang Kristen bergerak maju? Tetapi, seperti yang ditunjukkan oleh Lewis, Perjanjian Baru memberikan 2 contoh yang kuat mengenai doa yang tidak terjawab: Yesus memohon 3x kepada Tuhan untuk “mengambil cawan ini daripadaKu” dan Paulus meminta Tuhan untuk menyembuhkan “duri dalam dagingku.”

Lewis bertanya, “Apakah Tuhan kemudian meninggalkan mereka yang telah melayaniNya dengan sebaik-baiknya? Paling tidak hal ini berlaku bagi Ia yang telah melayaniNya sebaik-baiknya dan berkata, menjelang kematianNya, ‘Mengapa Engkau meninggalkanKu?”

Ketika Tuhan menjadi manusia, manusia itu, pada saat-saat yang sangat dibutuhkanNya , tidak dihibur oleh Allah. Ada satu misteri di sini, yang bahkan jika saja saya memiliki kuasa tersebut pun, tidak akan berani untuk menyelidikinya.

Sementara itu, bagi orang-orang kecil seperti Anda dan saya, jika doa kita kadang-kadang dikabulkan, melebihi semua harapan dan kemungkinan yang ada, mungkin akan menjadi lebih baik jika kita tidak segera menarik kesimpulan untuk kepentingan diri kita sendiri. Jika kita lebih kuat, kita mungkin akan diperlakukan dengan lebih tidak lembut. Jika kita lebih kuat, kita mungkin dikirimkan lebih sedikit pertolongan – dalam perang yang hebat, supaya kita dapat membela mereka yang lebih membutuhkan.”

Renungan

Dalam kehidupan kita, ada kalanya Tuhan tidak mengabulkan doa dan permintaan kita.  Apakah anda merasa kecewa dan sakit hati pada Tuhan karena doa kita tidak dikabulkan?  Biarlah kita menjadi orang Kristen yang dewasa dan menyadari kalau Tuhan lebih mengetahui apa yang terbaik dalam kehidupdan kita.

 

Doa adalah alat yang ampuh, bukan untuk membuat kehendak seseorang terjadi di surga, melainkan untuk membuat kehendak Tuhan terjadi di bumi.  

(Robert Law)

 

Hati manusia memikir-mikirkan jalannya, tetapi Tuhanlah yang menentukan arah langkahnya.

(Amsal 16:9)

 

 

 

DOA Memulai Hubungan Pribadi dengan Tuhan Yesus Kristus:
Saya percaya bahwa Darah Yesus Kristus yang telah dicurahkan adalah untuk penebusan atas segala hutang dosa saya.
Saya percaya hanya melalui Tuhan Yesus saya beroleh pengampunan yang kekal.
Dan mulai saat ini juga, saya menerima Engkau sebagai Tuhan dan Juruselamat hidup saya pribadi.
Saya mengundang ROH KUDUS tinggal didalam hati saya untuk menuntun saya dalam setiap langkah dan pengenalan saya akan Engkau.
Saya berdoa Hanya di Dalam Nama Tuhan Yesus Kristus, AMIN.

Sumber: BCS

One Thought to “Doa Yang Tidak Terjawab”

  1. Atau kamu berdoa juga, tetapi kamu tidak menerima apa-apa, karena kamu salah berdoa, sebab yang kamu minta itu hendak kamu habiskan untuk memuaskan hawa nafsumu. ( Yakobus 4:3 )
    Most effective regards, worldsecurity.com.ua

Leave a Comment