Antar-Saudara

Aku memberikan perintah baru kepada kamu, yaitu supaya kamu saling mengasihi. —Yohanes 13:34

Usia saya dan adik laki-laki saya hanya terpaut kurang dari satu tahun dan kami bertumbuh dalam suasana “persaingan” (artinya: kami sering berkelahi!). Ayah kami dapat memahami hal tersebut karena ia juga memiliki saudara laki-laki, tetapi Ibu tidak.

Kisah hidup kami mirip dengan perseteruan antarsaudara yang banyak terjadi di kitab Kejadian. Kitab itu memuat perseteruan antara Kain dan Habel (Kej. 4); Ishak dan Ismael (Kej. 21:8-10); Yusuf dan semua saudaranya kecuali Benyamin (Kej. 37). Namun, perseteruan yang paling sengit rasanya adalah antara dua saudara kembar—Yakub dan Esau.

Esau telah dua kali ditipu Yakub, maka ia hendak membunuh Yakub (27:41). Puluhan tahun kemudian Yakub dan Esau berdamai kembali (Kej. 33). Namun, perseteruan itu terus berlanjut pada keturunan mereka, yang masing-masing menjadi bangsa Edom dan bangsa Israel. Ketika orang Israel bersiap untuk memasuki Tanah Perjanjian, orang Edom mengancam mereka dan menghadang jalan dengan mengerahkan pasukan (Bil. 20:14-21). Beberapa waktu kemudian, ketika penduduk Yerusalem melarikan diri dari serangan musuh, orang Edom membantai mereka (Ob. 1:10-14).

Syukurlah, Alkitab tidak hanya berisi cerita-cerita menyedihkan tentang keberdosaan kita melainkan juga kisah penebusan Allah. Yesus Kristus mengubah segalanya, dan Dia mengatakan kepada murid-murid-Nya, “Aku memberikan perintah baru kepada kamu, yaitu supaya kamu saling mengasihi” (Yoh. 13:34). Kemudian Yesus menunjukkan kepada kita arti mengasihi dengan jalan menyerahkan nyawa-Nya bagi kita.

Di usia dewasa, hubungan saya dan adik menjadi dekat. Itulah yang dikerjakan oleh Allah. Ketika kita mau menerima pengampunan yang Allah tawarkan, anugerah-Nya dapat mengubah perseteruan antarsaudara menjadi kasih persaudaraan.

Tuhan, kami mengundang-Mu untuk mengubah hubungan kami dengan sesama lewat kasih-Mu yang memulihkan kami.
Perseteruan antarsaudara dapat diubah oleh kasih Allah yang ajaib.
 
 

Sumber: http://www.santapanrohani.org

DOA Memulai Hubungan Pribadi dengan Tuhan Yesus Kristus:
Saya percaya bahwa Darah Yesus Kristus yang telah dicurahkan adalah untuk penebusan atas segala hutang dosa saya.
Saya percaya hanya melalui Tuhan Yesus saya beroleh pengampunan yang kekal.
Dan mulai saat ini juga, saya menerima Engkau sebagai Tuhan dan Juruselamat hidup saya pribadi.
Saya mengundang ROH KUDUS tinggal didalam hati saya untuk menuntun saya dalam setiap langkah dan pengenalan saya akan Engkau.
Saya berdoa Hanya di Dalam Nama Tuhan Yesus Kristus, AMIN.

Leave a Comment

Follow by Email
LinkedIn
Share
WhatsApp
×