Latihan Seumur Hidup

Tetapi aku melatih tubuhku dan menguasainya seluruhnya, supaya . . . jangan aku sendiri ditolak. —1 Korintus 9:27

Saya baru saja bertemu dengan seorang wanita yang telah memacu tubuh dan pikirannya hingga ke titik maksimal. Ia pernah mendaki gunung, menantang maut, dan bahkan memecahkan rekor dunia Guinness. Sekarang ia berhadapan dengan tantangan yang berbeda, yaitu membesarkan anaknya yang berkebutuhan khusus. Keberanian dan iman yang digunakannya untuk mendaki gunung sekarang dicurahkannya untuk mengasuh anak.

Di 1 Korintus, Rasul Paulus berbicara tentang seorang pelari yang berlomba. Setelah mendesak anggota jemaat di Korintus yang suka menuntut hak-hak mereka untuk memperhatikan satu sama lain (pasal 8), Paulus menjelaskan bagaimana ia memandang tantangan untuk mengasihi dan berkorban itu bagaikan berlari dalam maraton yang menguji ketahanan tubuh (pasal 9). Sebagai pengikut Yesus, mereka perlu melepaskan hak-hak mereka dalam ketaatan kepada-Nya.

Seperti para atlet melatih tubuhnya agar mereka bisa meraih kemenangan, kita juga melatih tubuh dan pikiran agar jiwa kita bertumbuh. Ketika kita meminta Roh Kudus untuk mengubah kita, dari waktu ke waktu, kita pun meninggalkan hidup kita yang lama. Dengan dimampukan oleh Allah, kita dapat menahan diri untuk tidak berkata-kata kasar. Kita dapat berhenti memainkan perangkat elektronik kita dan memusatkan perhatian untuk mendengarkan teman-teman kita. Kita juga tidak perlu bersikeras untuk memenangi suatu argumen.

Hari ini, dalam latihan yang kita jalani bersama Roh Kristus, cara apa yang dipakai Allah untuk membentuk kita?

Tuhan, kiranya aku tidak menuntut hakku, melainkan berlatih untuk memenangi hadiah yang bersifat kekal.
Amy Boucher Pye adalah seorang penulis, editor, dan pembicara. Sebagai penulis buku Finding Myself in Britain: Our Search for Faith, Home, and True Identity, ia mengelola klub buku Woman Alive di Inggris dan tinggal bersama keluarganya di sebuah pastori gereja.
Latihan akan membawa pada perubahan hidup.
 
 
 
 
 

Sumber:
http://www.santapanrohani.org

DOA Memulai Hubungan Pribadi dengan Tuhan Yesus Kristus:
Saya percaya bahwa Darah Yesus Kristus yang telah dicurahkan adalah untuk penebusan atas segala hutang dosa saya.
Saya percaya hanya melalui Tuhan Yesus saya beroleh pengampunan yang kekal.
Dan mulai saat ini juga, saya menerima Engkau sebagai Tuhan dan Juruselamat hidup saya pribadi.
Saya mengundang ROH KUDUS tinggal didalam hati saya untuk menuntun saya dalam setiap langkah dan pengenalan saya akan Engkau.
Saya berdoa Hanya di Dalam Nama Tuhan Yesus Kristus, AMIN.

Leave a Comment

Follow by Email
LinkedIn
Share
WhatsaApp
×