Adakah yang Perlu Saya Ketahui?

Yesus naik ke atas bukit untuk berdoa seorang diri. —Matius 14:23

Dalam salah satu konsernya, penyanyi sekaligus penulis lagu David Wilcox menjawab pertanyaan hadirin mengenai proses penciptaan lagu-lagunya. Ia menyebutkan ada tiga aspek dalam prosesnya: ruangan yang tenang, selembar kertas kosong, dan pertanyaan, “Adakah yang perlu saya ketahui?” Jawaban tersebut menggambarkan cara yang patut diikuti oleh para pengikut Yesus yang ingin mengetahui rencana Tuhan bagi hidupnya dari hari ke hari.

Di sepanjang pelayanan-Nya kepada orang banyak, Yesus selalu menyediakan waktu untuk berdoa seorang diri. Setelah memberi makan 5.000 orang dengan lima roti dan dua ikan, Yesus memerintahkan murid-murid-Nya untuk naik ke perahu dan menyeberangi Danau Galilea, sementara Dia sendiri menyuruh orang banyak pulang (Mat. 14:22). “Setelah orang banyak itu disuruh-Nya pulang, Yesus naik ke atas bukit untuk berdoa seorang diri. Ketika hari sudah malam, Ia sendirian di situ” (ay.23).

Jika Tuhan Yesus saja memandang perlu untuk menyediakan waktu seorang diri bersama Bapa-Nya, betapa kita terlebih perlu untuk menyediakan waktu teduh setiap harinya supaya dapat mencurahkan isi hati kita kepada Allah, merenungkan firman-Nya, dan menyiapkan diri untuk mengikuti petunjuk-Nya.

Ruangan yang tenang—di mana saja kita dapat memusatkan perhatian kita kepada Tuhan tanpa mengalami gangguan.

Lembaran yang kosong—berupa pikiran yang siap menerima, selembar kertas kosong, atau kesediaan untuk mendengarkan.

Adakah yang perlu saya ketahui? “Tuhan, berbicaralah padaku melalui Roh-Mu, firman-Mu yang tertulis, dan jaminan tuntunan-Mu.”

Dari bukit yang tenang itu, Yesus pun turun menghadapi badai besar, dengan keyakinan pasti akan apa yang harus Dia lakukan untuk menggenapi kehendak Bapa-Nya (ay. 24-27).

Menyediakan waktu bersama Allah merupakan tempat terbaik untuk mendapatkan kekuatan yang kita butuhkan.
 
 
 
 
 

DOA Memulai Hubungan Pribadi dengan Tuhan Yesus Kristus:
Saya percaya bahwa Darah Yesus Kristus yang telah dicurahkan adalah untuk penebusan atas segala hutang dosa saya.
Saya percaya hanya melalui Tuhan Yesus saya beroleh pengampunan yang kekal.
Dan mulai saat ini juga, saya menerima Engkau sebagai Tuhan dan Juruselamat hidup saya pribadi.
Saya mengundang ROH KUDUS tinggal didalam hati saya untuk menuntun saya dalam setiap langkah dan pengenalan saya akan Engkau.
Saya berdoa Hanya di Dalam Nama Tuhan Yesus Kristus, AMIN.

Sumber:
http://www.santapanrohani.org

Leave a Comment

Follow by Email
LinkedIn
Share
WhatsaApp
×