Air Mata Seorang Remaja

Aku sangat berdukacita dan selalu bersedih hati. -Roma 9:2

Ketika saya sedang duduk dengan empat anak remaja dan seorang pria tunawisma berumur 20-an di sebuah dapur umum di Alaska, saya dibuat terharu oleh belas kasihan yang ditunjukkan para remaja tersebut terhadap pria tunawisma itu. Mereka sungguh-sungguh mendengarkan ketika pria itu bercerita tentang apa yang ia percaya, dan kemudian dengan lemah lembut mereka membagikan Injil kepada pria tersebut—menawarkan pengharapan di dalam Yesus dengan penuh kasih. Sayangnya, pria tersebut menolak untuk mempertimbangkan dengan serius kabar Injil tersebut.

Ketika kami beranjak meninggalkan tempat itu, Grace, salah seorang dari remaja itu, menyatakan sambil berlinang air mata, bahwa ia tidak mau pria tersebut meninggal tanpa mengenal Yesus. Dari dasar hatinya, ia berduka untuk pemuda itu, yang pada saat tersebut, menolak cinta kasih Juruselamat.

Air mata remaja itu mengingatkan saya kepada Rasul Paulus yang melayani Tuhan dengan rendah hati dan sangat berdukacita untuk saudara-saudara sebangsanya. Ia menginginkan mereka agar percaya kepada Kristus (Rm. 9:1-5). Belas kasihan Paulus dan keprihatinannya pasti telah membuatnya sering meneteskan air mata.

Apabila kita memang peduli terhadap sesama kita yang belum menerima anugerah pengampunan Allah melalui Kristus, kita akan berusaha untuk dapat membagikan kabar baik itu kepada mereka. Dengan keyakinan iman kita dan air mata belas kasihan, marilah kita membagikan kabar baik itu kepada mereka yang perlu mengenal Juruselamat.

Adakah seseorang yang ingin Anda ajak bicara tentang Yesus hari ini?
Mengabarkan Injil berarti satu orang menceritakan kabar baik kepada orang lain.
 
 
 
 

DOA Memulai Hubungan Pribadi dengan Tuhan Yesus Kristus:
Saya percaya bahwa Darah Yesus Kristus yang telah dicurahkan adalah untuk penebusan atas segala hutang dosa saya.
Saya percaya hanya melalui Tuhan Yesus saya beroleh pengampunan yang kekal.
Dan mulai saat ini juga, saya menerima Engkau sebagai Tuhan dan Juruselamat hidup saya pribadi.
Saya mengundang ROH KUDUS tinggal didalam hati saya untuk menuntun saya dalam setiap langkah dan pengenalan saya akan Engkau.
Saya berdoa Hanya di Dalam Nama Tuhan Yesus Kristus, AMIN.

Sumber:
http://www.santapanrohani.org

Leave a Comment

Follow by Email
LinkedIn
Share
WhatsaApp
×