Angkuh Sampai ke Akarnya

Ezra . . . adalah seorang ahli kitab, mahir dalam Taurat Musa. —Ezra 7:6

“Ia pikir dirinya begitu penting!” Itulah penilaian teman saya tentang seorang saudara seiman yang kami kenal. Kami merasa bahwa ia telah dikuasai oleh kesombongan. Kami sangat prihatin ketika mengetahui bahwa sahabat kami itu kemudian terlibat dalam masalah serius. Dengan meninggikan diri, masalah pun menimpanya. Kami sadar hal itu dapat menimpa kami juga.

Memang mudah menganggap enteng dosa kesombongan yang mengerikan di dalam hati kita. Semakin banyak yang kita ketahui dan semakin besar sukses yang kita nikmati, semakin besar kecenderungan kita untuk berpikir bahwa kita ini “luar biasa”. Kesombongan memang sudah berakar dalam jiwa kita.

Dalam Kitab Suci, Ezra disebut sebagai “seorang ahli kitab, mahir dalam Taurat Musa” (Ezr. 7:6). Raja Artahsasta menunjuk Ezra untuk memimpin ekspedisi kaum buangan Israel untuk kembali ke Yerusalem. Ezra bisa bersikap sombong. Namun tidak demikian. Ezra tidak saja tahu isi Taurat, tetapi ia juga menerapkan Taurat itu dalam hidupnya.

Saat tiba di Yerusalem, Ezra mendapati bahwa banyak pria Yahudi telah menikahi wanita yang menyembah ilah lain, sehingga mereka menentang perintah Allah (9:1-2). Ezra pun mengoyakkan jubahnya dan berdoa dengan pertobatan yang sungguh-sungguh (ay. 5-15). Pengertian dan kedudukan Ezra dibentuk oleh tujuan yang lebih tinggi, yakni kasihnya kepada Allah dan bangsanya. Ia berdoa, “Kami menghadap hadirat-Mu dengan kesalahan kami. Bahwasanya, dalam keadaan demikian tidak mungkin orang tahan berdiri di hadapan-Mu” (ay.15).

Ezra memahami besarnya dosa umat Israel. Namun dengan rendah hati, ia pun bertobat dan mempercayai kebaikan Allah yang Maha Pengampun.

Tuhan, penuhilah kami dengan kasih bagi-Mu agar kami mendahulukan apa yang berkenan kepada-Mu, dan bukannya diri kami sendiri. Bebaskan kami dari kesombongan yang diam-diam menjerat kami.
Kesombongan menuntun pada segala sifat buruk: suatu pola pikir yang sepenuhnya menentang Allah. C. S. Lewis
 
 
 
 
 

DOA Memulai Hubungan Pribadi dengan Tuhan Yesus Kristus:
Saya percaya bahwa Darah Yesus Kristus yang telah dicurahkan adalah untuk penebusan atas segala hutang dosa saya.
Saya percaya hanya melalui Tuhan Yesus saya beroleh pengampunan yang kekal.
Dan mulai saat ini juga, saya menerima Engkau sebagai Tuhan dan Juruselamat hidup saya pribadi.
Saya mengundang ROH KUDUS tinggal didalam hati saya untuk menuntun saya dalam setiap langkah dan pengenalan saya akan Engkau.
Saya berdoa Hanya di Dalam Nama Tuhan Yesus Kristus, AMIN.

Sumber:
http://www.santapanrohani.org

Leave a Comment

Follow by Email
LinkedIn
Share
WhatsaApp
×