Apakah Ini Memancarkan Sukacita?

Jadi akhirnya, saudara-saudara, semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji, pikirkanlah semuanya itu. —Filipi 4:8

Buku karya seorang pemudi Jepang tentang membenahi dan menyusun barang telah terjual sebanyak dua juta eksemplar di seluruh dunia. Marie Kondo ingin membantu orang menyingkirkan barang-barang yang tidak lagi dibutuhkan dari rumah dan lemari mereka—semua barang yang telah membebani mereka. “Peganglah setiap barang,” katanya, “dan tanyakan pada diri Anda sendiri, ‘Apakah ini memancarkan sukacita?’” Apabila jawabannya ya, simpanlah barang itu. Jika jawabannya tidak, singkirkanlah.

Rasul Paulus mendorong jemaat Kristen di Filipi untuk mengejar sukacita dalam hubungan mereka dengan Kristus. “Bersukacitalah senantiasa dalam Tuhan! Sekali lagi kukatakan: Bersukacitalah!” (Flp. 4:4). Paulus mendorong mereka untuk tidak menjalani hidup dengan dibebani kekhawatiran, melainkan membawa segala sesuatu dalam doa dan mengizinkan damai sejahtera Allah memelihara hati dan pikiran mereka dalam Kristus (ay.6-7).

Dalam tugas dan tanggung jawab kita sehari-hari, kita menyadari bahwa tidak semua pekerjaan itu menyenangkan. Namun kita bisa bertanya, “Bagaimana pekerjaan ini bisa memancarkan sukacita di hati Allah dan di hatiku?” Mengubah motivasi kita dalam melakukan sesuatu dapat mengubah perasaan kita terhadap hal tersebut.

“Jadi akhirnya, saudara-saudara, semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji, pikirkanlah semuanya itu” (Flp. 4:8).

Untuk memiliki sukacita, pikirkanlah kata-kata penutup dari Rasul Paulus tersebut.

Tuhan, tunjukkanlah kepadaku cara-Mu memancarkan sukacita dalam pekerjaanku hari ini.
Sukacita bermula dari hidup yang berfokus kepada Tuhan.
 
 
 

Sumber:
http://www.santapanrohani.org

DOA Memulai Hubungan Pribadi dengan Tuhan Yesus Kristus:
Saya percaya bahwa Darah Yesus Kristus yang telah dicurahkan adalah untuk penebusan atas segala hutang dosa saya.
Saya percaya hanya melalui Tuhan Yesus saya beroleh pengampunan yang kekal.
Dan mulai saat ini juga, saya menerima Engkau sebagai Tuhan dan Juruselamat hidup saya pribadi.
Saya mengundang ROH KUDUS tinggal didalam hati saya untuk menuntun saya dalam setiap langkah dan pengenalan saya akan Engkau.
Saya berdoa Hanya di Dalam Nama Tuhan Yesus Kristus, AMIN.

Leave a Comment

Follow by Email
LinkedIn
Share
WhatsaApp
×