Begitu Dikasihi

Burung-burung di langit . . . diberi makan oleh Bapamu yang di sorga. Bukankah kamu jauh melebihi burung-burung itu?
—Matius 6:26

Bertahun-tahun lalu, saya pernah memiliki kantor di Boston. Dari kantor itu, saya dapat memandang ke arah Taman Makam Granary, tempat banyak pahlawan Amerika yang penting dimakamkan. Di sana terdapat nisan dari John Hancock dan Samuel Adams, dua tokoh penanda tangan Deklarasi Kemerdekaan Amerika Serikat. Tidak jauh dari nisan mereka, terdapat nisan Paul Revere, pahlawan perang revolusi Amerika.

Namun tidak ada yang tahu pasti lokasi dari setiap jenazah itu sebenarnya, karena batu-batu nisan itu telah dipindahkan berkali-kali, baik agar taman makam itu terlihat lebih indah ataupun agar mesin pemotong rumput dapat lewat di antaranya. Walaupun dalam Taman Makam Granary terdapat sekitar 2.300 batu nisan, tetapi sesungguhnya hampir 5.000 orang yang dimakamkan di sana! Ada sejumlah orang yang tetap tidak dikenal bahkan setelah mereka meninggal dunia.

Adakalanya kita mungkin merasa seolah-olah bagaikan para penghuni makam tanpa nisan di Granary—tidak dikenal dan tidak terlihat. Perasaan kesepian dapat membuat kita merasa tidak terlihat oleh orang lain—dan mungkin juga oleh Allah. Namun, kita harus mengingatkan diri sendiri, bahwa sekalipun kita merasa demikian, sesungguhnya kita tidak pernah dilupakan oleh Allah Pencipta kita. Allah tidak saja menciptakan kita segambar dan serupa dengan-Nya (Kej. 1:26-27), tetapi Dia juga menilai setiap dari kita berharga di mata-Nya, dan mengaruniakan Anak-Nya untuk menyelamatkan kita (Yoh. 3:16)

Di tengah masa-masa tersulit sekalipun, kita dapat meyakini dengan teguh bahwa kita tidak pernah ditinggalkan sendirian, karena Allah Mahakasih selalu menyertai kita.

Terima kasih, Tuhan, karena Engkau tak pernah meninggalkanku sendirian dan Engkau mengenal diriku sepenuhnya. Sadarkanlah aku akan kehadiran-Mu agar aku juga membagikan penghiburan ini kepada orang-orang yang merasa kesepian.
Hidup kita berarti karena Allah mengasihi kita.
 
 
 
 

Sumber:
http://www.santapanrohani.org

DOA Memulai Hubungan Pribadi dengan Tuhan Yesus Kristus:
Saya percaya bahwa Darah Yesus Kristus yang telah dicurahkan adalah untuk penebusan atas segala hutang dosa saya.
Saya percaya hanya melalui Tuhan Yesus saya beroleh pengampunan yang kekal.
Dan mulai saat ini juga, saya menerima Engkau sebagai Tuhan dan Juruselamat hidup saya pribadi.
Saya mengundang ROH KUDUS tinggal didalam hati saya untuk menuntun saya dalam setiap langkah dan pengenalan saya akan Engkau.
Saya berdoa Hanya di Dalam Nama Tuhan Yesus Kristus, AMIN.

Leave a Comment

Follow by Email
LinkedIn
Share
WhatsaApp
×