Dasar yang Teguh

“Mengapa kamu berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, padahal kamu tidak melakukan apa yang Aku katakan?”  —Lukas 6:46

Sebuah salib besar dan bersinar berdiri tegak di Table Rock, dataran tinggi berbatu yang menghadap ke arah kampung halaman saya di kaki bukit. Beberapa rumah dibangun berdekatan dengan daerah perbukitan tersebut. Namun, baru-baru ini pemilik rumah-rumah itu telah dipaksa pindah karena alasan keselamatan. Meskipun lokasinya dekat dengan batuan dasar Table Rock yang kukuh, rumah-rumah itu tidaklah aman. Rumah-rumah tersebut telah bergeser dari fondasi mereka—hampir 8 cm setiap harinya—hingga membawa risiko terjadinya kerusakan besar-besaran pada saluran pipa yang dapat mempercepat longsor.

Yesus membandingkan mereka yang mendengar dan menaati perkataan-Nya dengan orang yang membangun rumah mereka di atas batu (Luk. 6:47-48). Rumah tersebut akan bertahan menghadapi badai. Sebaliknya, Dia berkata bahwa rumah yang tidak dibangun di atas dasar yang kuat, yakni orang-orang yang tidak mendengarkan perkataan-Nya, takkan bertahan menghadapi banjir.

Saya sering tergoda untuk mengabaikan bisikan hati nurani saya ketika Allah meminta lebih daripada apa yang sudah saya berikan kepada-Nya. Saya berpikir respons saya “sudah cukup mendekati” apa yang dikehendaki-Nya. Namun, rumah-rumah perbukitan yang terus bergeser itu telah membukakan kepada saya bahwa menaati Tuhan tidak cukup hanya “dekat”. Untuk menjadi seperti orang yang membangun rumahnya di atas dasar yang teguh dan bertahan menghadapi badai kehidupan yang begitu sering melanda, kita perlu menghayati firman Tuhan sepenuhnya.

Tuhan, tolong aku agar dapat menaati-Mu sepenuhnya dan dengan segenap hatiku.
Terima kasih karena Engkau telah menjadi dasar yang teguh bagiku.
Firman Allah adalah satu-satunya dasar kehidupan yang teguh.
 
 

Sumber:
http://www.santapanrohani.org

DOA Memulai Hubungan Pribadi dengan Tuhan Yesus Kristus:
Saya percaya bahwa Darah Yesus Kristus yang telah dicurahkan adalah untuk penebusan atas segala hutang dosa saya.
Saya percaya hanya melalui Tuhan Yesus saya beroleh pengampunan yang kekal.
Dan mulai saat ini juga, saya menerima Engkau sebagai Tuhan dan Juruselamat hidup saya pribadi.
Saya mengundang ROH KUDUS tinggal didalam hati saya untuk menuntun saya dalam setiap langkah dan pengenalan saya akan Engkau.
Saya berdoa Hanya di Dalam Nama Tuhan Yesus Kristus, AMIN.

Leave a Comment

Follow by Email
LinkedIn
Share
WhatsApp
×

Powered by WhatsApp Chat

× Dukungan Doa

Notice: ob_end_flush(): failed to send buffer of zlib output compression (0) in /home/kesaksian/public_html/wp-includes/functions.php on line 5309