Empat Cara untuk Memandang

Aku hendak menyebut-nyebut segala perkerjaan-Mu, dan merenungkan perbuatan-perbuatan-Mu. —Mazmur 77:13

Ketika ibadah baru akan dimulai, Joan teringat pada sejumlah pergumulan besar menyangkut anak-anaknya. Saking lelahnya, ia ingin “mengundurkan diri” saja sebagai ibu. Lalu sang pengkhotbah mulai berbicara dan membangkitkan semangat jemaat yang merasa ingin menyerah. Ada empat pemikiran yang didengar Joan pagi itu yang mendorongnya terus maju:

Pandang ke atas dan berdoalah. Asaf berdoa sepanjang malam dan mengungkapkan perasaannya bahwa Allah telah melupakan dan mengabaikannya (Mzm. 77:10-11). Kita dapat menyatakan segalanya kepada Allah dan jujur tentang perasaan kita. Kita bisa meminta apa saja kepada-Nya. Jawaban-Nya mungkin tidak langsung diberikan atau tidak dalam bentuk yang kita harapkan, tetapi Dia tidak akan menegur kita karena meminta kepada-Nya.

Pandang ke belakang dan ingatlah karya Allah di masa lalu untuk Anda dan orang lain. Asaf tidak hanya berbicara kepada Allah tentang deritanya; ia juga mengingat-ingat kuasa dan karya ajaib Allah baginya dan bagi umat-Nya. Ia menulis: “Aku hendak mengingat perbuatan-perbuatan Tuhan, ya, aku hendak mengingat keajaiban-keajaiban-Mu dari zaman purbakala” (ay.12).

Pandang ke depan. Pikirkan kebaikan yang mungkin akan dihasilkan oleh situasi tersebut. Apa yang bisa Anda pelajari? Apakah yang mungkin hendak Allah lakukan? Karena jalan Allah itu sempurna, apakah yang bisa Anda pastikan akan dilakukan oleh-Nya? (ay.14)

Pandang kembali. Lihatlah keadaan Anda sekarang dengan mata iman. Ingatkan diri Anda sendiri bahwa Allah itu ajaib dan dapat dipercaya (ay.15).

Kiranya ide-ide di atas menolong kita mempunyai cara pandang yang benar dan menguatkan iman kita di dalam Yesus.

Tuhan, aku sulit untuk tidak melihat masalahku.
Tolong aku agar tidak kecewa dan menjadi lesu, tetapi melihat Engkau hadir di tengah-tengah masalahku.
Masalah merupakan kesempatan kita untuk menemukan solusi Allah.
 
 
 
 
 
 

Sumber:
http://www.santapanrohani.org

DOA Memulai Hubungan Pribadi dengan Tuhan Yesus Kristus:
Saya percaya bahwa Darah Yesus Kristus yang telah dicurahkan adalah untuk penebusan atas segala hutang dosa saya.
Saya percaya hanya melalui Tuhan Yesus saya beroleh pengampunan yang kekal.
Dan mulai saat ini juga, saya menerima Engkau sebagai Tuhan dan Juruselamat hidup saya pribadi.
Saya mengundang ROH KUDUS tinggal didalam hati saya untuk menuntun saya dalam setiap langkah dan pengenalan saya akan Engkau.
Saya berdoa Hanya di Dalam Nama Tuhan Yesus Kristus, AMIN.

Leave a Comment

Follow by Email
LinkedIn
Share
WhatsApp
×