Gangguan yang Disengaja

Tetapi firman Tuhan: “Layakkah engkau marah?” —Yunus 4:4

Ketika pertama kalinya saya dan istri berkolaborasi untuk menulis sesuatu, kami sama-sama menyadari bahwa kebiasaan saya yang suka menunda-nunda akan menjadi halangan utama. Tugas istri adalah menyunting tulisan saya dan mengingatkan batas waktunya, tetapi tugas saya sepertinya adalah membuat istri kewalahan. Keteraturan dan kesabaran istri saya sering berhasil menolong saya mengatasi kesulitan dalam mengikuti tenggat dan arahan.

Saya berjanji untuk menyelesaikan sejumlah tulisan dalam satu hari. Memang pada sejam pertama, saya mengerjakannya dengan tekun. Setelah puas dengan apa yang saya capai sejauh itu, saya memilih untuk beristirahat. Dan tanpa saya sadari, waktu pun hampir usai. Karena saya pasti akan menghadapi masalah, saya pun mencari jalan keluar. Lalu saya memutuskan untuk mengerjakan beberapa tugas di rumah yang tidak disukai istri saya dengan harapan menerima pujian darinya ketika saya melakukannya.

Rencana itu gagal.

Terkadang saya memperlakukan Allah dengan cara yang sama. Dia membawa seseorang yang diinginkan-Nya untuk saya layani atau memberikan tugas untuk saya selesaikan. Seperti Yunus, yang melarikan diri dari tugas yang Allah berikan (Yun. 4:2), saya perlu mengesampingkan perasaan saya. Yang sesungguhnya Dia inginkan adalah ketaatan saya pada hal-hal yang menjadi prioritas-Nya, tetapi saya justru sering berusaha membuat Allah terkesan dengan perbuatan baik atau aktivitas rohani yang saya lakukan. Tentu saja, rencana saya itu gagal.

Apakah Anda sedang menghindari tugas yang jelas-jelas diberikan Allah untuk Anda selesaikan? Percayalah, Anda akan mengalami kepuasan sejati ketika mengerjakan semua itu dengan kekuatan dan cara-Nya sendiri.

Bapa terkasih, tolong kami menyadari bahwa kesibukan dan gangguan yang mengalihkan perhatian kami adalah bentuk ketidaktaatan dan keengganan kami untuk mengerjakan apa yang Engkau inginkan untuk kami lakukan.
Ketaatan kita menyenangkan Allah.
 
 
 
 
 

DOA Memulai Hubungan Pribadi dengan Tuhan Yesus Kristus:
Saya percaya bahwa Darah Yesus Kristus yang telah dicurahkan adalah untuk penebusan atas segala hutang dosa saya.
Saya percaya hanya melalui Tuhan Yesus saya beroleh pengampunan yang kekal.
Dan mulai saat ini juga, saya menerima Engkau sebagai Tuhan dan Juruselamat hidup saya pribadi.
Saya mengundang ROH KUDUS tinggal didalam hati saya untuk menuntun saya dalam setiap langkah dan pengenalan saya akan Engkau.
Saya berdoa Hanya di Dalam Nama Tuhan Yesus Kristus, AMIN.

Sumber:
http://www.santapanrohani.org

Leave a Comment

Follow by Email
LinkedIn
Share
WhatsaApp
×