Hidup Tanpa Nama

Hendaklah Saudara-saudara saling mengasihi satu sama lain dengan mesra seperti orang-orang yang bersaudara dalam satu keluarga. —Roma 12:10 BIS

Saya sering membaca ulang esai berjudul “Working Up to Anon” (Berusaha Menjadi Anonim) karya penulis Jane Yolen, yang saya jadikan kliping dari majalah The Writer bertahun-tahun lalu. Jane berkata, “Penulis yang terbaik adalah mereka yang dari lubuk hatinya sungguh-sungguh ingin mencantumkan ‘anonim’ pada tulisan mereka. Bagi mereka, kisah yang dituliskan lebih penting daripada penulisnya.”

Sebagai orang percaya, kita menceritakan kisah tentang Yesus Kristus, Sang Juruselamat, yang menyerahkan nyawa-Nya bagi kita. Bersama orang percaya lainnya, kita menjalani hidup bagi-Nya dan menyebarluaskan kasih-Nya kepada sesama.

Roma 12:3-21 menjabarkan sikap rendah hati dan kasih yang harus meresap ke dalam hubungan kita sebagai sesama pengikut Yesus. “Janganlah merasa diri lebih tinggi dari yang sebenarnya. Hendaknya kalian menilai keadaan dirimu dengan rendah hati; masing-masing menilai dirinya menurut kemampuan yang diberikan Allah kepadanya oleh karena ia percaya kepada Yesus. . . . Hendaklah Saudara-saudara saling mengasihi satu sama lain dengan mesra seperti orang-orang yang bersaudara dalam satu keluarga, dan hendaknya kalian saling mendahului memberi hormat” (ay.3,10 BIS).

Kebanggaan atas prestasi yang pernah kita capai pada masa lalu dapat membuat kita buta terhadap karunia-karunia yang dimiliki orang lain. Kesombongan dapat meracuni masa depan kita semua.

Sebagai pembuka jalan bagi Yesus, Yohanes Pembaptis berkata, “Ia harus makin besar, tetapi aku harus makin kecil” (Yoh. 3:30).

Sungguh itu prinsip yang baik untuk kita teladani.

Tuhan, aku mengakui bahwa aku perlu banyak belajar untuk bersikap rendah hati. Tolonglah aku untuk melihat siapa diri-Mu yang sesungguhnya agar aku dapat menempatkan Engkau dan sesamaku pada tempat yang sepatutnya dalam hidupku.
Rendahkanlah dirimu selalu di hadapan Allah dan jadikanlah Dia segala-galanya bagi Anda. Oswald Chambers
 
 
 
 
 
 
 

Sumber: http://www.santapanrohani.org

DOA Memulai Hubungan Pribadi dengan Tuhan Yesus Kristus:
Saya percaya bahwa Darah Yesus Kristus yang telah dicurahkan adalah untuk penebusan atas segala hutang dosa saya.
Saya percaya hanya melalui Tuhan Yesus saya beroleh pengampunan yang kekal.
Dan mulai saat ini juga, saya menerima Engkau sebagai Tuhan dan Juruselamat hidup saya pribadi.
Saya mengundang ROH KUDUS tinggal didalam hati saya untuk menuntun saya dalam setiap langkah dan pengenalan saya akan Engkau.
Saya berdoa Hanya di Dalam Nama Tuhan Yesus Kristus, AMIN.

Leave a Comment

Follow by Email
LinkedIn
Share
WhatsaApp
×