Jalanan Tak Berlampu

Tuhan, Allahmu, menyertai engkau, ke manapun engkau pergi. —Yosua 1:9

Dalam perjalanan pulang setelah liburan keluarga, kami menyusuri jalan yang melewati bagian-bagian terpencil di pusat negara bagian Oregon. Selama hampir dua jam setelah senja turun, kami berkendara melewati tebing yang curam dan melintasi gurun belantara. Sinar lampu dari 20 mobil yang lewat pada saat itu tidak cukup mengurangi pekatnya malam. Akhirnya bulan pun terbit di cakrawala hingga terlihat jelas ketika kami melintasi jalan yang mendaki, tetapi tertutup saat kami melintasi dataran. Putri saya berkomentar bahwa sinar bulan itu mengingatkannya akan kehadiran Allah. Saya bertanya apakah ia perlu melihat sinar bulan itu untuk meyakinkannya bahwa Allah hadir. Putri saya menjawab, “Memang tidak perlu, tetapi sinar itu sangat membantu.”

Setelah kematian Musa, Yosua melanjutkan kepemimpinan atas bangsa Israel dan ditugasi untuk membawa umat pilihan Allah itu masuk ke Tanah Perjanjian. Meski tugas itu diterimanya dari Allah, Yosua pastilah merasa gentar oleh besarnya tanggung jawab itu. Allah pun berkenan memberikan jaminan kepada Yosua bahwa Dia akan menyertainya ke mana pun ia akan melangkah (Yos. 1:9).

Dalam perjalanan hidup ini, sering kita harus melewati wilayah-wilayah yang belum pernah kita lalui sebelumnya. Kita mengarungi masa demi masa dengan jalan yang tidak selalu jelas di depan kita. Rencana Allah mungkin tidak selalu dapat kita lihat dengan jelas, tetapi Dia telah berjanji untuk menyertai kita “senantiasa sampai kepada akhir zaman” (Mat. 28:20). Sungguh luar biasa jaminan yang kita terima di tengah ketidakpastian atau tantangan apa pun yang mungkin kita hadapi. Bahkan ketika perjalanan hidup kita terasa gelap, Tuhan Sumber Terang itu senantiasa menyertai kita.

Tuhan, terima kasih karena Engkau senantiasa hadir di dekatku bahkan di saat aku tak bisa melihat-Mu.
Hiburlah aku dengan kehadiran-Mu.
Allah senantiasa menyertai kita bahkan di saat kita tak bisa melihat-Nya.
 
 
 
 

Sumber:
http://www.santapanrohani.org

DOA Memulai Hubungan Pribadi dengan Tuhan Yesus Kristus:
Saya percaya bahwa Darah Yesus Kristus yang telah dicurahkan adalah untuk penebusan atas segala hutang dosa saya.
Saya percaya hanya melalui Tuhan Yesus saya beroleh pengampunan yang kekal.
Dan mulai saat ini juga, saya menerima Engkau sebagai Tuhan dan Juruselamat hidup saya pribadi.
Saya mengundang ROH KUDUS tinggal didalam hati saya untuk menuntun saya dalam setiap langkah dan pengenalan saya akan Engkau.
Saya berdoa Hanya di Dalam Nama Tuhan Yesus Kristus, AMIN.

Leave a Comment

Follow by Email
LinkedIn
Share
WhatsaApp
×