Kegelapan dan Terang

Engkau tak usah takut terhadap kedahsyatan malam, . . . terhadap penyakit sampar yang berjalan di dalam gelap. -Mazmur 91:5-6

Ketika masih kecil, saya bekerja mengantarkan koran untuk sekitar 140 rumah di dua ruas jalan yang dihubungkan oleh sebuah pekuburan. Karena mengantarkan koran pagi, saya harus mulai mengantar koran pukul 3 pagi dan berjalan melalui pekuburan itu di tengah kegelapan. Adakalanya saya merasa sangat takut sehingga saya benar-benar melarikan diri! Saya merasakan ketakutan itu sampai saya tiba dengan aman di bawah sinar lampu jalanan di ujung jalan satunya lagi. Kegelapan yang mengerikan itu pun terhalau oleh cahaya.

Sang pemazmur memahami hubungan antara ketakutan dan kegelapan, tetapi ia juga mengetahui bahwa Allah jauh lebih besar daripada segala ketakutan itu. Ia menulis, “Engkau tak usah takut terhadap kedahsyatan malam, terhadap panah yang terbang di waktu siang, terhadap penyakit sampar yang berjalan di dalam gelap” (Mzm. 91:5-6). Kengerian pada malam hari ataupun kejahatan yang berkutat dalam kegelapan tidak perlu membuat kita takut. Kita memiliki Allah yang telah mengutus Anak-Nya, Sang Terang Dunia (Yoh. 8:12).

Dalam terang kasih, anugerah, dan kebenaran Allah, kita dapat memperoleh keberanian, pertolongan, dan kekuatan untuk menjalani hidup bagi-Nya.

Ya Tuhan, aku datang kepada-Mu, Sang Terang Dunia. Aku ingin Engkau menyinarkan terang-Mu di tengah gelapnya ketakutanku.
Tak perlu Anda takut pada kegelapan apabila Anda berjalan bersama Sang Terang Dunia.
 
 
 
 
 

DOA Memulai Hubungan Pribadi dengan Tuhan Yesus Kristus:
Saya percaya bahwa Darah Yesus Kristus yang telah dicurahkan adalah untuk penebusan atas segala hutang dosa saya.
Saya percaya hanya melalui Tuhan Yesus saya beroleh pengampunan yang kekal.
Dan mulai saat ini juga, saya menerima Engkau sebagai Tuhan dan Juruselamat hidup saya pribadi.
Saya mengundang ROH KUDUS tinggal didalam hati saya untuk menuntun saya dalam setiap langkah dan pengenalan saya akan Engkau.
Saya berdoa Hanya di Dalam Nama Tuhan Yesus Kristus, AMIN.

Sumber:
http://www.santapanrohani.org

Leave a Comment

Follow by Email
LinkedIn
Share
WhatsApp
×