Keluar Dari Kegelapan

Aku mau berseru-seru dengan nyaring kepada Allah . . . Allah manakah yang begitu besar seperti Allah kami? ––Mazmur 77:2,14

Saya tidak mengetahui persis keadaan menyedihkan apa yang mencengkeram Asaf, penulis Mazmur 77, tetapi saya pernah mendengar, bahkan mengucapkan ratapan seperti yang diucapkannya. Selama belasan tahun sejak saya kehilangan putri saya, banyak orang, yang juga pernah kehilangan seseorang yang mereka kasihi, telah membagikan kepedihan mereka kepada saya.

Mereka pernah berseru nyaring kepada Allah (ay.2); mengulurkan tangan tanda putus asa (ay.3); mengerang dan lemah lesu setiap kali mengingat Allah karena keadaan yang menyedihkan (ay.4); begitu terbeban hingga kehilangan kata-kata (ay.5); sangat takut Allah menolak mereka (ay.8), mengingkari janji (ay.9), dan merenggut kasih setia-Nya (ay.9).

Namun Asaf mengalami titik balik di ayat 11 setelah ia mengingat kembali karya-karya Allah yang luar biasa. Segala pikirannya berbalik untuk tertuju pada kasih Allah; pada ingatan tentang apa yang telah dilakukan-Nya; pada semua perbuatan Allah yang ajaib di masa lalu; pada penghiburan dari kasih setia dan belas kasihan-Nya; pada segala hal yang membangkitkan ingatan akan keajaiban dan kebesaran Allah; pada kekuatan dan pertolongan-Nya.

Keputusasaan dalam hidup itu memang nyata, dan tidak ada jawaban yang mudah untuk segala keraguan kita. Namun di tengah kegelapan—ketika kita mengingat kemuliaan, keagungan, kuasa, dan kasih Allah—keputusasaan kita akan mereda sedikit demi sedikit. Seperti Asaf, kita juga dapat mengingat kembali segala karya Allah, terutama berkat keselamatan yang dianugerahkan-Nya melalui Yesus, dan kita dapat kembali pada keadaan awal kita—bersandar dengan penuh rasa syukur dalam kasih-Nya yang ajaib.

Tuhan, kami takkan sanggup memahami kedalaman karakter-Mu atau hikmat dari tindakan-Mu saat masalah menghimpit kami. Tolong kami untuk datang kepada-Mu dengan mengingat kembali segala kebaikan-Mu dan kasih-Mu yang mulia.
Mengingat masa lalu dapat membangkitkan harapan bagi masa kini.
 
 
 
 

DOA Memulai Hubungan Pribadi dengan Tuhan Yesus Kristus:
Saya percaya bahwa Darah Yesus Kristus yang telah dicurahkan adalah untuk penebusan atas segala hutang dosa saya.
Saya percaya hanya melalui Tuhan Yesus saya beroleh pengampunan yang kekal.
Dan mulai saat ini juga, saya menerima Engkau sebagai Tuhan dan Juruselamat hidup saya pribadi.
Saya mengundang ROH KUDUS tinggal didalam hati saya untuk menuntun saya dalam setiap langkah dan pengenalan saya akan Engkau.
Saya berdoa Hanya di Dalam Nama Tuhan Yesus Kristus, AMIN.

Sumber:
http://www.santapanrohani.org

Leave a Comment

Follow by Email
LinkedIn
Share
WhatsaApp
×