Kuatkanlah Hatimu!

Dalam dunia kamu menderita penganiayaan, tetapi kuatkanlah hatimu, Aku telah mengalahkan dunia. —Yohanes 16:33

Saya suka melihat burung-burung bercengkerama. Jadi beberapa tahun lalu, saya membangun tempat perteduhan kecil di halaman belakang rumah kami untuk memikat mereka. Selama beberapa bulan, saya dapat menikmati pemandangan burung-burung itu makan dan beterbangan. Kesenangan pun berakhir ketika seekor elang cooper mulai memburu burung-burung yang sedang bernaung di tempat perteduhan itu.

Begitu juga dengan kehidupan: Baru saja kita menenangkan diri dan menikmati hidup, tiba-tiba muncul sesuatu atau seseorang yang mengganggu ketenangan kita. Kita pun bertanya-tanya, mengapa sebagian besar hidup ini harus menjadi lembah air mata?

Saya telah mendengar banyak jawaban bagi pertanyaan klasik itu. Namun akhir-akhir ini, ada satu jawaban yang memuaskan saya. George MacDonald dalam Life Essential mengatakan, “Seluruh hajaran yang dialami di dunia ini adalah untuk menjadikan [kita] anak-anak, supaya Allah dapat dinyatakan kepada [kita].” Ketika kita menjadi seperti anak-anak, kita mulai percaya dan bersandar penuh pada kasih Bapa kita di surga, dengan kerinduan untuk terus mengenal-Nya dan menjadi seperti Dia.

Pergumulan dan dukacita mungkin akan terus membebani sepanjang hidup kita, tetapi “[kita] tidak tawar hati. . . . Sebab penderitaan ringan yang sekarang ini, mengerjakan bagi [kita] kemuliaan kekal yang melebihi segala-galanya. . . . Sebab [kita] tidak memperhatikan yang kelihatan, melainkan yang tak kelihatan, karena yang kelihatan adalah sementara, sedangkan yang tak kelihatan adalah kekal” (2Kor. 4:16-18).

Dengan akhir yang mulia itu, bagaimana mungkin kita tidak bersukacita?

Tuhan, kami dapat bersukacita bahkan di tengah pergumulan kami, karena diri-Mu dan rencana-Mu yang baik bagi kami. Engkau Mahakuasa, Mahakasih, berdaulat, dan kekal adanya. Kami mempercayai-Mu dan mengasihi-Mu.
Sukacita surgawi akan jauh melampaui segala kesulitan di dunia ini.
 
 
 
 

Sumber:
http://www.santapanrohani.org

DOA Memulai Hubungan Pribadi dengan Tuhan Yesus Kristus:
Saya percaya bahwa Darah Yesus Kristus yang telah dicurahkan adalah untuk penebusan atas segala hutang dosa saya.
Saya percaya hanya melalui Tuhan Yesus saya beroleh pengampunan yang kekal.
Dan mulai saat ini juga, saya menerima Engkau sebagai Tuhan dan Juruselamat hidup saya pribadi.
Saya mengundang ROH KUDUS tinggal didalam hati saya untuk menuntun saya dalam setiap langkah dan pengenalan saya akan Engkau.
Saya berdoa Hanya di Dalam Nama Tuhan Yesus Kristus, AMIN.

Leave a Comment

Follow by Email
LinkedIn
Share
WhatsApp
×