Lebih Baik dari Bangun Tidur

Hari ini juga engkau akan ada bersama-sama dengan Aku di dalam Firdaus. —Lukas 23:43

Pernahkah Anda merasa bahwa hidup Anda hancur karena Anda telah melakukan sesuatu yang membawa aib, memalukan, atau bahkan bersifat kriminal—tetapi kemudian Anda terbangun dan menyadari bahwa semua itu hanyalah mimpi? Namun bagaimana kalau semua itu benar-benar terjadi dan bukan hanya mimpi buruk? Bagaimana jika peristiwa dalam mimpi itu sungguh-sungguh dialami oleh Anda atau seseorang yang Anda kasihi?

Itulah keadaan yang diceritakan dalam novel dari abad ke-19 karya George MacDonald yang berjudul The Curate’s Awakening (Kesadaran Sang Pendeta). Kisahnya bercerita tentang seorang pendeta yang menyadari bahwa selama ini ia telah berkhotbah tentang Allah yang ia rasa tidak lagi dipercayainya. Di kemudian waktu, ia dipanggil untuk menjenguk seorang pemuda yang menderita depresi dan tengah sekarat karena dihantui oleh pembunuhan yang pernah dilakukannya.

Dalam pergumulan iman yang memilukan, pendeta itu kemudian menyadari sesuatu yang kita semua perlu sadari. Kelegaan yang dialami saat terbangun dari mimpi buruk tidaklah seberapa jika dibandingkan dengan kesadaran bahwa pengampunan Allah itu benar-benar nyata dan bukan angan-angan belaka.

Di mana kita akan menemukan belas kasihan yang kita butuhkan? Belas kasihan itu ditemukan di dalam Yesus, yang pada saat disalib berkata kepada penjahat yang berpaling kepada-Nya di tengah penderitaannya, “Hari ini juga engkau akan ada bersama-sama dengan Aku di dalam Firdaus” (Luk. 23:43).

Bapa di surga, tolong kami untuk percaya bahwa pengampunan-Mu atas kami sepadan dengan penebusan yang Engkau tanggung demi keselamatan kami.
Kita diselamatkan oleh belas kasihan Allah, bukan oleh usaha kita.
 
 
 
 
 

DOA Memulai Hubungan Pribadi dengan Tuhan Yesus Kristus:
Saya percaya bahwa Darah Yesus Kristus yang telah dicurahkan adalah untuk penebusan atas segala hutang dosa saya.
Saya percaya hanya melalui Tuhan Yesus saya beroleh pengampunan yang kekal.
Dan mulai saat ini juga, saya menerima Engkau sebagai Tuhan dan Juruselamat hidup saya pribadi.
Saya mengundang ROH KUDUS tinggal didalam hati saya untuk menuntun saya dalam setiap langkah dan pengenalan saya akan Engkau.
Saya berdoa Hanya di Dalam Nama Tuhan Yesus Kristus, AMIN.

Sumber:
http://www.santapanrohani.org

Leave a Comment

Follow by Email
LinkedIn
Share
WhatsaApp
×