Mampir Sebentar

Zakheus, segeralah turun, sebab hari ini Aku harus menumpang di rumahmu.
—Lukas 19:5

Semasa saya kanak-kanak, keluarga kami melakukan perjalanan dari Ohio ke Virginia Barat setiap bulannya untuk mengunjungi orangtua dari ibu saya. Setiap kali kami tiba di depan pintu peternakan mereka, nenek akan menyambut kami dan berkata, “Ayo, mampir sebentar.” Itulah caranya mengajak kami masuk ke rumahnya, menikmati waktu, dan bercengkerama sambil melepas rasa rindu.

Kesibukan bisa menyita kehidupan kita. Di dunia yang menuntut kita terus bergerak, sangatlah sulit untuk bisa benar-benar mengenal orang lain. Tidak mudah untuk meminta seseorang “mampir sebentar” dan meluangkan waktu bersama kita. Kita merasa bisa menyingkat waktu dengan mengirimkan pesan pendek melalui telepon seluler dan langsung menyampaikan pokok permasalahannya.

Namun lihatlah apa yang dilakukan Yesus ketika Dia ingin mengubahkan hidup seorang pemungut cukai. Dia hendak mengunjungi rumah Zakheus untuk “mampir sebentar” dan berkata, “Aku harus menumpang di rumahmu” (Luk. 19:5). Ucapan Yesus menunjukkan bahwa Dia tidak sekadar mampir, melainkan Dia hendak meluangkan waktu bersama Zakheus. Hidup Zakheus pun berubah karena pertemuannya dengan Yesus.

Di bagian depan garasi rumah nenek saya terdapat sejumlah kursi. Kursi-kursi itu menjadi lambang dari sambutan hangat yang diberikan kepada siapa saja yang mampir sebentar untuk bercengkerama di sana. Jika kita ingin mengenal seseorang dan memberikan pengaruh yang mengubahkan hidupnya—seperti yang Yesus lakukan bagi Zakheus—kita perlu meluangkan waktu bersamanya.

Ya Tuhan, saat aku melihat orang-orang yang mengisi hidupku, tolonglah aku untuk menyediakan waktu bagi mereka—untuk menguatkan, mendorong, atau bahkan sekadar berbincang dengan mereka.
Bisa jadi, hadiah terbaik yang dapat Anda berikan kepada orang lain adalah waktu Anda.
 
 
 
 
 
 

DOA Memulai Hubungan Pribadi dengan Tuhan Yesus Kristus:
Saya percaya bahwa Darah Yesus Kristus yang telah dicurahkan adalah untuk penebusan atas segala hutang dosa saya.
Saya percaya hanya melalui Tuhan Yesus saya beroleh pengampunan yang kekal.
Dan mulai saat ini juga, saya menerima Engkau sebagai Tuhan dan Juruselamat hidup saya pribadi.
Saya mengundang ROH KUDUS tinggal didalam hati saya untuk menuntun saya dalam setiap langkah dan pengenalan saya akan Engkau.
Saya berdoa Hanya di Dalam Nama Tuhan Yesus Kristus, AMIN.

Sumber:
http://www.santapanrohani.org

Leave a Comment

Follow by Email
LinkedIn
Share
WhatsaApp
×