Memuji dan Memohon

Bahkan langit yang mengatasi segala langitpun tidaklah dapat memuat Engkau, terlebih lagi rumah yang kudirikan ini. —2 Tawarikh 6:18

Teen Challenge, sebuah pelayanan bagi kaum muda bermasalah yang dimulai di kota New York, lahir dari komitmen pendirinya yang gigih berdoa. David Wilkerson menjual perangkat televisinya dan mengganti kegiatannya menonton (dua jam setiap malam) dengan berdoa. Bulan demi bulan, ia tidak hanya semakin diteguhkan dalam komitmennya itu, tetapi ia juga belajar menyeimbangkan isi doanya antara memuji Allah dengan memohon pertolongan-Nya.

Doa yang pernah dinaikkan Raja Salomo dalam peresmian Bait Allah menunjukkan keseimbangan tersebut. Salomo memulainya dengan menyanjung kekudusan dan kesetiaan Allah. Kemudian ia memuji Allah atas keberhasilan pembangunan itu dan mengagungkan kebesaran-Nya, dengan menyatakan, “Sesungguhnya langit, bahkan langit yang mengatasi segala langitpun tidaklah dapat memuat Engkau, terlebih lagi rumah yang kudirikan ini” (2Taw. 6:18).

Setelah mengagungkan Allah, Salomo memohon kepada-Nya agar memberikan perhatian khusus terhadap segala sesuatu yang terjadi di dalam bait itu. Ia memohon Allah untuk menunjukkan belas kasihan kepada bangsa Israel dan mengampuni mereka saat mereka mengakui dosa mereka.

Segera setelah Salomo selesai berdoa, “apipun turun dari langit memakan habis korban bakaran dan korban-korban sembelihan itu, dan kemuliaan Tuhan memenuhi rumah itu” (2 Taw. 7:1). Tanggapan luar biasa itu mengingatkan kita bahwa Pribadi Agung yang kita puji dan yang kita ajak bicara dalam doa itu adalah Pribadi yang juga mendengarkan dan memperhatikan setiap permohonan kita.

Bagaimana Anda menggambarkan percakapan Anda dengan Allah? Apakah yang dapat menolong Anda bertumbuh semakin dekat kepada-Nya selagi Anda berdoa?
Doa menolong kita memandang segala sesuatu sebagaimana Allah memandangnya.
 
 
 
 
 

DOA Memulai Hubungan Pribadi dengan Tuhan Yesus Kristus:
Saya percaya bahwa Darah Yesus Kristus yang telah dicurahkan adalah untuk penebusan atas segala hutang dosa saya.
Saya percaya hanya melalui Tuhan Yesus saya beroleh pengampunan yang kekal.
Dan mulai saat ini juga, saya menerima Engkau sebagai Tuhan dan Juruselamat hidup saya pribadi.
Saya mengundang ROH KUDUS tinggal didalam hati saya untuk menuntun saya dalam setiap langkah dan pengenalan saya akan Engkau.
Saya berdoa Hanya di Dalam Nama Tuhan Yesus Kristus, AMIN.

Sumber:
http://www.santapanrohani.org

Leave a Comment

Follow by Email
LinkedIn
Share
WhatsaApp
×