Mendengar dengan Kasih

Sebab barangsiapa meninggikan diri, ia akan direndahkan dan barangsiapa merendahkan diri, ia akan ditinggikan. -Lukas 18:14

Suatu malam di bulan Agustus di Vermont, seorang misionaris muda berbicara di gereja kecil kami. Negara yang dilayaninya bersama istri sedang mengalami konflik antar pemeluk agama, sehingga tempat itu dianggap terlalu berbahaya bagi anak-anak. Dalam kesaksiannya, ia bercerita tentang sebuah pengalaman yang memilukan saat putrinya memohon kepadanya agar tidak ditinggalkan di sebuah sekolah berasrama.

Saat itu saya baru menjadi seorang ayah dari seorang putri, dan kisah itu membuat saya kesal. Bagaimana mungkin orangtua yang penuh kasih dapat meninggalkan putrinya sendirian seperti itu? gerutu saya dalam hati. Seusai kebaktian itu, saya begitu marah sampai-sampai saya menolak untuk ikut mengunjungi misionaris itu. Saya pun langsung keluar dari gedung gereja, sambil berkata dengan suara keras: “Syukurlah, aku tidak seperti . . . .”

Saat itu juga, Roh Kudus menyentak saya. Saya bahkan tidak bisa menyelesaikan kalimat itu. Bayangkan, saya hampir mengucapkan kata-kata yang persis dengan apa yang diucapkan orang Farisi kepada Allah, “Aku mengucap syukur kepada-Mu, karena aku tidak sama seperti semua orang lain” (Luk. 18:11). Saya begitu kecewa terhadap diri saya sendiri! Pasti Allah juga kecewa pada saya! Sejak malam itu, saya selalu memohon Allah membantu saya untuk mau mendengarkan orang lain dengan rendah hati dan mampu mengendalikan diri saat mereka bersaksi tentang pengakuan, pernyataan, atau penderitaan mereka.

Tuhan, kiranya kami cepat untuk mendengar, lambat untuk berkata-kata dan untuk menghakimi. Sikap angkuh begitu mudah menjangkiti hidup kami. Berilah kami kerendahan hati yang mencerminkan hati-Mu dan kasih-Mu.
Menghakimi orang lain menghalangi kita untuk mendekat kepada Allah.
 
 
 
 
 

DOA Memulai Hubungan Pribadi dengan Tuhan Yesus Kristus:
Saya percaya bahwa Darah Yesus Kristus yang telah dicurahkan adalah untuk penebusan atas segala hutang dosa saya.
Saya percaya hanya melalui Tuhan Yesus saya beroleh pengampunan yang kekal.
Dan mulai saat ini juga, saya menerima Engkau sebagai Tuhan dan Juruselamat hidup saya pribadi.
Saya mengundang ROH KUDUS tinggal didalam hati saya untuk menuntun saya dalam setiap langkah dan pengenalan saya akan Engkau.
Saya berdoa Hanya di Dalam Nama Tuhan Yesus Kristus, AMIN.

Sumber:
http://www.santapanrohani.org

Leave a Comment

Follow by Email
LinkedIn
Share
WhatsaApp
×