Meneruskan dan Melepaskan

Kuanggap perlu mengirimkan Epafroditus kepadamu, . . . yang kamu utus untuk melayani aku dalam keperluanku. —Filipi 2:25

Banyak badan amal yang membantu orang-orang yang membutuhkan bergantung pada sumbangan pakaian dan barang rumah tangga yang sudah tak terpakai dari pihak-pihak yang berkecukupan. Memang tidak salah kita meneruskan kepada orang lain barang-barang yang tidak lagi kita perlukan agar dapat bermanfaat bagi mereka. Namun kita sering merasa berat hati untuk melepaskan hal-hal berharga yang masih kita pakai setiap hari.

Ketika Paulus dipenjara di Roma, ia membutuhkan kehadiran sahabat-sahabatnya yang tepercaya untuk menguatkan dan menemani dirinya. Namun demikian, ia mengutus dua sahabat terdekatnya untuk membantu jemaat Tuhan di Filipi (Flp. 2:19-30). “Dalam Tuhan Yesus kuharap segera mengirimkan Timotius kepadamu, . . . Karena tak ada seorang padaku, yang sehati dan sepikir dengan dia dan yang begitu bersungguh-sungguh memperhatikan kepentinganmu” (ay. 19-20). Selain itu, “Kuanggap perlu mengirimkan Epafroditus kepadamu, yaitu saudaraku dan teman sekerja serta teman seperjuanganku, yang kamu utus untuk melayani aku dalam keperluanku” (ay.25). Paulus dengan sukarela melepaskan kepada orang lain apa yang sebenarnya sangat ia butuhkan.

Apa pun yang kita anggap sebagai yang “paling berharga” dalam hidup kita hari ini bisa jadi mempunyai manfaat yang besar bagi seseorang yang kita kenal. Mungkin hal itu berupa waktu, persahabatan, dorongan semangat, telinga yang mendengarkan, atau uluran tangan kita. Ketika meneruskan apa yang telah Tuhan berikan kepada kita, Dia dimuliakan, orang lain terbantu, dan kita diberkati.

Ya Tuhan, sadarkanlah aku akan apa saja yang sedang kugenggam erat. Jika ada yang membutuhkannya, bukakanlah hati dan tanganku, dan tolonglah aku untuk meneruskannya kepada orang itu hari ini.
Memberi dengan sukacita akan memuliakan Tuhan, menolong orang lain, dan memberkati kita sendiri.
 
 
 

DOA Memulai Hubungan Pribadi dengan Tuhan Yesus Kristus:
Saya percaya bahwa Darah Yesus Kristus yang telah dicurahkan adalah untuk penebusan atas segala hutang dosa saya.
Saya percaya hanya melalui Tuhan Yesus saya beroleh pengampunan yang kekal.
Dan mulai saat ini juga, saya menerima Engkau sebagai Tuhan dan Juruselamat hidup saya pribadi.
Saya mengundang ROH KUDUS tinggal didalam hati saya untuk menuntun saya dalam setiap langkah dan pengenalan saya akan Engkau.
Saya berdoa Hanya di Dalam Nama Tuhan Yesus Kristus, AMIN.

Sumber:
http://www.santapanrohani.org

Leave a Comment

Follow by Email
LinkedIn
Share
WhatsaApp
×