Menjadi yang Terdahulu

Barangsiapa merendahkan diri, ia akan ditinggikan. —Matius 23:12

Baru-baru ini saya termasuk dalam kelompok paling belakang dalam antrean penumpang yang akan naik ke pesawat dengan tempat duduk yang belum ditentukan. Saya mendapat kursi di bagian tengah, di dekat sayap. Namun, satu-satunya tempat untuk menyimpan tas saya adalah kompartemen di atas penumpang di bagian paling belakang. Itu artinya, ketika pesawat mendarat, saya harus menunggu sampai semua penumpang keluar sebelum saya dapat ke belakang untuk mengambil tas saya.

Saya duduk sambil tersenyum, dan sempat terlintas pemikiran yang sepertinya berasal dari Tuhan: “Tak ada ruginya kamu menunggu. Mungkin justru ada manfaatnya bagimu.” Saya pun memutuskan untuk menikmati waktu luang itu dengan membantu penumpang lain menurunkan bagasi mereka dan membantu pramugari untuk bersih-bersih. Ketika akhirnya dapat mengambil tas, saya tertawa saat seseorang mengira bahwa saya bekerja di penerbangan tersebut.

Pengalaman hari itu membuat saya merenungkan kata-kata Yesus kepada murid-murid-Nya: “Jika seseorang ingin menjadi yang terdahulu, hendaklah ia menjadi yang terakhir dari semuanya dan pelayan dari semuanya” (Mrk. 9:35).

Saya menunggu karena memang tidak ada pilihan lain. Namun, dalam kerajaan Yesus yang sangat bertolak belakang, tersedia tempat kehormatan bagi mereka yang secara sukarela mengesampingkan kepentingan mereka demi mendahulukan kepentingan orang lain.

Yesus datang ke dunia kita, di mana orang-orangnya serba terburu-buru dan selalu ingin didahulukan, “bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang” (Mat. 20:28). Pelayanan kita yang terbaik kepada-Nya adalah pelayanan yang kita berikan kepada sesama. Semakin kita merendahkan diri, semakin kita dekat kepada-Nya.

Tuhan yang penuh kasih, tolonglah aku untuk meneladani-Mu dalam memenuhi kebutuhan
sesama dan melayani-Mu sesuai kebutuhan mereka.
Kerajaan Yesus sangat bertolak belakang dengan dunia.
 
 

Sumber: http://www.santapanrohani.org

DOA Memulai Hubungan Pribadi dengan Tuhan Yesus Kristus:
Saya percaya bahwa Darah Yesus Kristus yang telah dicurahkan adalah untuk penebusan atas segala hutang dosa saya.
Saya percaya hanya melalui Tuhan Yesus saya beroleh pengampunan yang kekal.
Dan mulai saat ini juga, saya menerima Engkau sebagai Tuhan dan Juruselamat hidup saya pribadi.
Saya mengundang ROH KUDUS tinggal didalam hati saya untuk menuntun saya dalam setiap langkah dan pengenalan saya akan Engkau.
Saya berdoa Hanya di Dalam Nama Tuhan Yesus Kristus, AMIN.

Leave a Comment

Follow by Email
LinkedIn
Share
WhatsaApp
×