Orang Asing dan Pendatang

Sebab ia menanti-nantikan kota yang mempunyai dasar, yang direncanakan dan dibangun oleh Allah. —Ibrani 11:10

Saya memarkir sepeda, lalu menelusuri peta wilayah Cambridge untuk memastikan bahwa saya berada di jalan yang benar. Saya tidak pandai membaca peta dan khawatir dapat tersesat di tengah keruwetan jalanan yang dijejali banyak bangunan bersejarah itu.

Saya membayangkan hidup akan begitu indah, karena saya baru saja menikahi seorang pria Inggris dan pindah ke negaranya. Namun sekarang saya justru merasa terkatung-katung. Saya baru bisa berbaur kalau saya berdiam diri, karena jika saya berbicara, dengan seketika saya merasa dianggap sebagai turis asal Amerika. Saya belum tahu apa yang bisa saya lakukan, tetapi saya segera menyadari bahwa menyatukan dua pribadi yang keras kepala dalam pernikahan ternyata lebih sulit daripada yang pernah saya bayangkan.

Saya memahami perasaan Abraham, yang meninggalkan segala sesuatu yang akrab baginya demi menaati panggilan Tuhan untuk hidup sebagai pendatang dan orang asing di tanah yang baru (Kej. 12:1). Ia terus maju menghadapi tantangan budaya yang ada dengan tetap beriman kepada Allah, dan dua ribu tahun kemudian penulis kitab Ibrani menyebutnya sebagai pahlawan (11:9). Seperti tokoh-tokoh lainnya dalam pasal itu, Abraham hidup oleh iman dengan menantikan penggenapan janji Tuhan, sambil mengharapkan dan merindukan rumah surgawinya.

Mungkin selama ini Anda selalu tinggal di kota yang sama, tetapi sebagai pengikut Kristus, kita semua adalah pendatang dan orang asing di bumi ini. Kita melangkah maju oleh iman, dengan menyadari Allah yang memimpin dan membimbing kita, dan dengan iman, kita percaya bahwa Dia takkan pernah membiarkan atau meninggalkan kita. Oleh iman, kita merindukan rumah surgawi kita.

Allah Bapa, aku ingin hidup oleh iman, dengan mempercayai janji-Mu dan meyakini bahwa Engkau akan menyambutku dalam kerajaan-Mu. Aku berdoa, tambahkanlah imanku, ya Tuhan.
Allah memanggil kita untuk hidup oleh iman, dengan mempercayai bahwa Dia akan menggenapi setiap janji-Nya.
 
 
 
 
 

Sumber:
http://www.santapanrohani.org

DOA Memulai Hubungan Pribadi dengan Tuhan Yesus Kristus:
Saya percaya bahwa Darah Yesus Kristus yang telah dicurahkan adalah untuk penebusan atas segala hutang dosa saya.
Saya percaya hanya melalui Tuhan Yesus saya beroleh pengampunan yang kekal.
Dan mulai saat ini juga, saya menerima Engkau sebagai Tuhan dan Juruselamat hidup saya pribadi.
Saya mengundang ROH KUDUS tinggal didalam hati saya untuk menuntun saya dalam setiap langkah dan pengenalan saya akan Engkau.
Saya berdoa Hanya di Dalam Nama Tuhan Yesus Kristus, AMIN.

Leave a Comment

Follow by Email
LinkedIn
Share
WhatsApp
×