Pemimpin yang Melayani

Barangsiapa ingin menjadi besar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu. —Matius 20:26

Dalam komunitas tradisional di Afrika, pergantian kepemimpinan merupakan keputusan yang serius. Setelah seorang raja mangkat, pemilihan penerusnya dilakukan dengan sangat hati-hati. Selain berasal dari keluarga kerajaan, penerus tersebut harus kuat, berani, dan bijaksana. Para kandidat akan diwawancara untuk menentukan apakah mereka rela melayani rakyat atau akan memerintah dengan tangan besi. Penerus raja haruslah seseorang yang dapat memimpin sekaligus melayani.

Meskipun Salomo sendiri pernah membuat keputusan yang buruk, ia juga mengkhawatirkan penggantinya. “Siapakah yang mengetahui apakah orang itu berhikmat atau bodoh? Meskipun demikian ia akan berkuasa atas segala usaha yang kulakukan di bawah matahari dengan jerih payah dan dengan mempergunakan hikmat” (Pkh. 2:19). Putra Salomo, Rehabeam, menjadi penerus takhta Salomo. Ternyata Rehabeam menunjukkan bahwa ia tidak cukup bijak sebagai raja dan akhirnya membuktikan kekhawatiran ayahnya.

Ketika rakyat meminta kondisi kerja yang lebih manusiawi, itulah kesempatan bagi Rehabeam untuk menunjukkan kepemimpinan yang melayani. “Kalau Baginda sungguh-sungguh ingin mengabdi kepada rakyat, kabulkanlah permohonan mereka . . . ,” saran para tetua, “maka mereka akan mengabdi kepada Baginda selama-lamanya” (1Raj. 12:7 BIS). Namun Rehabeam menolak nasihat mereka. Ia tidak mencari Allah. Tindakannya yang kejam terhadap rakyat telah membuat kerajaannya terbagi, dan mempercepat laju kemerosotan rohani umat Allah (12:14-19).

Di tengah keluarga, tempat kerja, gereja, atau lingkungan tempat tinggal kita, kita memerlukan hikmat Allah agar kita memiliki kerelaan hati untuk melayani daripada dilayani.

Ya Tuhan, beriku hati sebagai hamba yang rendah hati.
Tolonglah aku untuk memimpin dan mengikut-Mu dengan rendah hati dan penuh belas kasihan.
Pemimpin yang baik adalah pelayan yang baik.
 
 
 
 
 
 

Sumber:
http://www.santapanrohani.org

DOA Memulai Hubungan Pribadi dengan Tuhan Yesus Kristus:
Saya percaya bahwa Darah Yesus Kristus yang telah dicurahkan adalah untuk penebusan atas segala hutang dosa saya.
Saya percaya hanya melalui Tuhan Yesus saya beroleh pengampunan yang kekal.
Dan mulai saat ini juga, saya menerima Engkau sebagai Tuhan dan Juruselamat hidup saya pribadi.
Saya mengundang ROH KUDUS tinggal didalam hati saya untuk menuntun saya dalam setiap langkah dan pengenalan saya akan Engkau.
Saya berdoa Hanya di Dalam Nama Tuhan Yesus Kristus, AMIN.

Leave a Comment

Follow by Email
LinkedIn
Share
WhatsaApp
×