Penglihatan yang Terbatas

Hanya dari kata orang saja aku mendengar tentang Engkau, tetapi sekarang mataku sendiri memandang Engkau. —Ayub 42:5

Teman saya Meaghan adalah penunggang kuda yang berprestasi, dan saya belajar sejumlah hal menarik tentang kuda darinya. Sebagai contoh, meskipun kuda mempunyai mata terbesar dari semua binatang menyusui yang hidup di darat, kuda memiliki penglihatan yang buruk dan melihat lebih sedikit warna daripada manusia. Oleh karena itu, kuda tidak selalu bisa mengenali benda yang ada di tanah. Ketika melihat sebilah kayu, kuda tidak bisa membedakan apakah itu kayu yang dengan mudah bisa dilompatinya atau seekor ular besar yang mungkin membahayakan mereka. Karena sifatnya, kuda yang tidak terlatih dengan baik akan sangat mudah ketakutan dan melarikan diri.

Mungkin kita juga ingin lari dari segala keadaan yang mengkhawatirkan. Mungkin kita merasa seperti Ayub yang tidak memahami maksud penderitaannya dan berharap tidak pernah dilahirkan. Karena tidak dapat melihat bahwa Iblislah yang sebenarnya berusaha menjatuhkan imannya, Ayub takut bahwa Allah yang dipercayainya justru ingin menghancurkannya. Dalam ketidakberdayaannya, Ayub berseru, “Allah telah berlaku tidak adil terhadap aku, dan menebarkan jala-Nya atasku” (Ayb. 19:6)

Sama seperti Ayub, penglihatan kita pun terbatas. Kita merasa ingin lari dari keadaan sulit yang menakutkan kita. Akan tetapi, dari sudut pandang Allah, kita tidak sendirian. Dia memahami kebingungan dan ketakuatan kita. Dia tahu kita aman bersama dengan-Nya di sisi kita. Inilah kesempatan kita untuk mempercayai hikmat Allah, daripada bersandar pada pengertian kita sendiri.

Dalam hal apa saja Anda telah meragukan kebaikan Tuhan? Bagaimana Anda melihat-Nya bekerja di tengah masa-masa yang sulit dalam hidup Anda?
Mempercayai kesetiaan Allah akan mengenyahkan ketakutan kita.
 
 
 
 
 

DOA Memulai Hubungan Pribadi dengan Tuhan Yesus Kristus:
Saya percaya bahwa Darah Yesus Kristus yang telah dicurahkan adalah untuk penebusan atas segala hutang dosa saya.
Saya percaya hanya melalui Tuhan Yesus saya beroleh pengampunan yang kekal.
Dan mulai saat ini juga, saya menerima Engkau sebagai Tuhan dan Juruselamat hidup saya pribadi.
Saya mengundang ROH KUDUS tinggal didalam hati saya untuk menuntun saya dalam setiap langkah dan pengenalan saya akan Engkau.
Saya berdoa Hanya di Dalam Nama Tuhan Yesus Kristus, AMIN.

Sumber:
http://www.santapanrohani.org

Leave a Comment

Follow by Email
LinkedIn
Share
WhatsaApp
×