Pilihan yang Pasti

Hanya kepada Tuhan saja kami akan beribadah. -Yosua 24:21

Ayah saya dahulu pernah menyembah dewa-dewa leluhur. Pernyataannya di penghujung hidupnya berikut ini sungguh luar biasa: “Ketika aku mati,” ucapnya dengan susah payah, “jangan ada yang melakukan sesuatu selain yang akan dilakukan oleh gereja. Tak perlu ramalan, tak perlu pengorbanan bagi leluhur, tak perlu macam-macam ritual. Hidupku ada di tangan Yesus Kristus, begitu juga kematianku.”

Ayah saya memilih untuk mengikut Kristus ketika ia mengundang Yesus untuk menjadi Juruselamat di masa tuanya. Teman-teman seusianya suka mengejeknya: “Orang tua seperti dirimu seharusnya tidak pantas pergi ke gereja!” Namun pilihan ayah saya untuk mengikut dan menyembah Allah yang sejati sudah bulat, sama seperti pilihan orang-orang yang ditantang oleh Yosua.

“Pilihlah pada hari ini kepada siapa kamu akan beribadah,” tantang Yosua. “Tetapi aku dan seisi rumahku, kami akan beribadah kepada Tuhan!” (24:15). Tanggapan mereka sangat tegas—mereka pun memilih untuk menyembah Tuhan. Bahkan setelah Yosua memperingatkan mereka akan konsekuensi pilihan tersebut (ay.19-20), mereka tetap bertekad untuk mengikut Tuhan, dengan mengingat akan pembebasan, pemeliharaan, dan perlindungan-Nya atas mereka (ay. 16-17, 21).

Namun, pilihan bulat itu menuntut tindakan yang sama tegasnya, sebagaimana diingatkan Yosua dengan keras kepada mereka, “Maka sekarang, jauhkanlah allah asing . . . dan condongkanlah hatimu kepada Tuhan” (ay.23). Sudahkah Anda mengambil pilihan untuk menjalani hidup bagi Allah?

Tuhan, ajarku arti memilih untuk total mengikut Engkau. Aku mau perkataan, tindakan, tingkah lakuku menunjukkan kasihku yang tulus kepada-Mu dari lubuk hatiku. Engkau layak menerima jauh melebihi apa pun yang dapat kulakukan.
Pilihan yang bulat menuntut tindakan yang tegas.
 
 
 

DOA Memulai Hubungan Pribadi dengan Tuhan Yesus Kristus:
Saya percaya bahwa Darah Yesus Kristus yang telah dicurahkan adalah untuk penebusan atas segala hutang dosa saya.
Saya percaya hanya melalui Tuhan Yesus saya beroleh pengampunan yang kekal.
Dan mulai saat ini juga, saya menerima Engkau sebagai Tuhan dan Juruselamat hidup saya pribadi.
Saya mengundang ROH KUDUS tinggal didalam hati saya untuk menuntun saya dalam setiap langkah dan pengenalan saya akan Engkau.
Saya berdoa Hanya di Dalam Nama Tuhan Yesus Kristus, AMIN.

Sumber:
http://www.santapanrohani.org

Leave a Comment

Follow by Email
LinkedIn
Share
WhatsApp
×