Selalu Mendampingi

Harun dan Hur menopang kedua belah tangannya, seorang di sisi yang satu, seorang di sisi yang lain. —Keluaran 17:12

Dengan gugup, Mi’Asya berjalan menuju mimbar untuk berpidato dalam upacara wisuda kelas 5 dengan disaksikan oleh 30 teman sekelasnya dan orangtua mereka. Sementara kepala sekolah menyesuaikan ketinggian mikrofon dengan tinggi badan Mi’Asya, ia justru berbalik membelakangi mikrofon dan hadirin. Orang-orang berusaha memberi Mi’Asya dorongan dengan membisikkan: “Ayo Nak, kamu bisa melakukannya.” Namun ia bergeming. Lalu seorang teman sekelas Mi’Asya berjalan ke depan dan berdiri di sisinya. Akhirnya Mi’Asya pun membacakan pidatonya bersama-sama sang kepala sekolah dan sahabat yang mendampinginya. Sungguh suatu contoh dukungan yang luar biasa!

Musa membutuhkan pertolongan dan dukungan di tengah pertempuran melawan Amalek (Kel. 17:10-16). “Dan terjadilah, apabila Musa mengangkat tangannya [dengan memegang tongkat Allah di tangannya], lebih kuatlah Israel, tetapi apabila ia menurunkan tangannya, lebih kuatlah Amalek” (ay.11). Ketika Harun dan Hur melihat apa yang terjadi, mereka berdiri di samping Musa, “seorang di sisi yang satu, seorang di sisi yang lain” dan menopang kedua belah tangan Musa saat ia penat. Dengan dukungan mereka, kemenangan pun diperoleh pada saat matahari terbenam.

Kita semua saling membutuhkan dukungan. Sebagai saudara seiman dalam keluarga Allah, kita memiliki begitu banyak kesempatan untuk saling menguatkan di tengah perjalanan iman yang kita tempuh bersama. Allah juga hadir di tengah-tengah kita untuk memampukan kita supaya dapat saling menguatkan dengan anugerah-Nya.

Siapa yang bisa Anda bantu hari ini? Atau mungkin Anda sendiri sedang membutuhkan dukungan? Siapa yang bisa Anda mintai pertolongan?
Dorongan semangat sekecil apa pun dapat membangkitkan harapan.
 
 
 
 
 

DOA Memulai Hubungan Pribadi dengan Tuhan Yesus Kristus:
Saya percaya bahwa Darah Yesus Kristus yang telah dicurahkan adalah untuk penebusan atas segala hutang dosa saya.
Saya percaya hanya melalui Tuhan Yesus saya beroleh pengampunan yang kekal.
Dan mulai saat ini juga, saya menerima Engkau sebagai Tuhan dan Juruselamat hidup saya pribadi.
Saya mengundang ROH KUDUS tinggal didalam hati saya untuk menuntun saya dalam setiap langkah dan pengenalan saya akan Engkau.
Saya berdoa Hanya di Dalam Nama Tuhan Yesus Kristus, AMIN.

Sumber:
http://www.santapanrohani.org

Leave a Comment

Follow by Email
LinkedIn
Share
WhatsaApp
×