Senjata Ilahi Kita

Terimalah . . . pedang Roh, yaitu firman Allah. —Efesus 6:17

Di bawah pengawasan Nehemia, para pekerja Israel membangun kembali tembok yang mengelilingi Yerusalem. Akan tetapi, di tengah proses pembangunan itu, mereka mendengar berita tentang musuh-musuh mereka yang bersekongkol untuk menyerang Yerusalem. Kabar itu semakin menjatuhkan semangat para pekerja yang sudah kelelahan itu.

Nehemia memutuskan untuk bertindak. Pertama, ia berdoa dan menempatkan banyak penjaga pada tempat-tempat yang strategis. Lalu, ia mempersenjatai para pekerja. “Orang-orang yang memikul dan mengangkut melakukan pekerjaannya dengan satu tangan dan dengan tangan yang lain mereka memegang senjata. Setiap orang yang membangun bekerja dengan berikatkan pedang pada pinggangnya” (Neh. 4:17-18).

Kita yang membangun kerajaan Allah juga perlu mempersenjatai diri untuk menghadapi serangan Iblis, musuh spiritual kita. Senjata kita adalah pedang Roh, yaitu firman Allah. Menghafal isi Kitab Suci dan merenungkannya akan memampukan kita untuk “dapat bertahan melawan tipu muslihat Iblis” (Ef. 6:11). Apabila kita berpikir bahwa bekerja untuk Allah tidaklah penting, kita perlu mengingat kembali bahwa pekerjaan kita bagi Yesus itu bernilai kekal (1Kor. 3:11-15). Ketika kita takut Allah tidak akan memakai kita lagi karena besarnya dosa kita, kita harus ingat bahwa kita telah diampuni oleh kuasa darah Yesus (Mat. 26:28). Dan ketika kita khawatir akan gagal dalam melayani Allah, kita dapat mengingat kembali perkataan Yesus yang menyatakan bahwa kita akan berbuah banyak selama kita tinggal di dalam Dia (Yoh. 15:5).

Firman Allah adalah senjata ilahi kita!

Allah, terima kasih untuk Alkitab. Aku percaya bahwa firman-Mu hidup dan berkarya dengan aktif. Tolonglah aku mengingatnya ketika aku khawatir dan takut, ataupun ketika aku memerlukan dorongan dan inspirasi.
Firman Allah adalah senjata ilahi untuk menghadapi serangan Iblis.
 
 
 
 
 

DOA Memulai Hubungan Pribadi dengan Tuhan Yesus Kristus:
Saya percaya bahwa Darah Yesus Kristus yang telah dicurahkan adalah untuk penebusan atas segala hutang dosa saya.
Saya percaya hanya melalui Tuhan Yesus saya beroleh pengampunan yang kekal.
Dan mulai saat ini juga, saya menerima Engkau sebagai Tuhan dan Juruselamat hidup saya pribadi.
Saya mengundang ROH KUDUS tinggal didalam hati saya untuk menuntun saya dalam setiap langkah dan pengenalan saya akan Engkau.
Saya berdoa Hanya di Dalam Nama Tuhan Yesus Kristus, AMIN.

Sumber:
http://www.santapanrohani.org

Leave a Comment

Follow by Email
LinkedIn
Share
WhatsaApp
×