Seperti Biji Mata Tuhan

Siapa yang menjamah kamu, berarti menjamah biji mata-Nya. —Zakharia 2:8

Ketika anak bayinya sedang menderita kejang-kejang, teman saya segera melarikannya ke rumah sakit dengan ambulans. Dengan hati yang berdegup kencang, ia mendoakan bayi perempuannya. Saat teman saya memegangi jari-jari kecil bayinya, kasih sayangnya yang menggebu-gebu pada sang anak telah membawanya teringat bagaimana Tuhan jauh lebih mengasihi kita dan menyebut kita sebagai biji mata-Nya sendiri.

Nabi Zakharia menggunakan ungkapan tersebut dalam perkataan-Nya kepada umat Allah yang telah kembali ke Yerusalem dari pengasingan mereka di Babel. Ia menyerukan agar mereka bertobat, membangun kembali bait Allah, dan hati mereka diperbarui untuk mengasihi Allah yang sejati. Semua itu karena Allah sangat mengasihi umat-Nya; mereka adalah seperti biji mata-Nya sendiri.

Para cendekiawan Yahudi memahami ungkapan yang berasal dari kitab Zakharia pasal ke-2 itu sebagai bayangan seseorang yang tampak pada biji mata orang lain, dengan penggunaan kata “biji” untuk melambangkan suatu objek yang berbentuk bulat. Seperti mata kita begitu berharga dan rapuh sehingga perlu dilindungi, demikianlah Tuhan ingin mengasihi dan melindungi umat-Nya—dengan menjaga kita selalu dekat dengan hati-Nya.

Tuhan yang berdiam di antara kita mencurahkan kasih-Nya kepada kita, bahkan luar biasanya, kasih-Nya itu jauh melebihi kasih seorang ibu yang rela melakukan apa pun demi anaknya yang sakit. Kita adalah biji mata Allah dan kekasih hati-Nya.

Allah Bapa, begitu besarnya kasih-Mu kepada kami sehingga Engkau mengaruniakan Anak-Mu yang tunggal untuk mati agar kami dapat hidup. Kiranya kami menerima kasih-Mu hari ini dan tinggal di dalamnya.
Kasih orangtua kepada anaknya mencerminkan kasih Allah Bapa kepada kita.
 
 
 
 

Sumber:
http://www.santapanrohani.org

DOA Memulai Hubungan Pribadi dengan Tuhan Yesus Kristus:
Saya percaya bahwa Darah Yesus Kristus yang telah dicurahkan adalah untuk penebusan atas segala hutang dosa saya.
Saya percaya hanya melalui Tuhan Yesus saya beroleh pengampunan yang kekal.
Dan mulai saat ini juga, saya menerima Engkau sebagai Tuhan dan Juruselamat hidup saya pribadi.
Saya mengundang ROH KUDUS tinggal didalam hati saya untuk menuntun saya dalam setiap langkah dan pengenalan saya akan Engkau.
Saya berdoa Hanya di Dalam Nama Tuhan Yesus Kristus, AMIN.

Leave a Comment

Follow by Email
LinkedIn
Share
WhatsApp
×