Siapa Bosnya?

Sebab kamu tidak akan dikuasai lagi oleh dosa, karena kamu tidak berada di bawah hukum Taurat, tetapi di bawah kasih karunia. —Roma 6:14

Ketika dua cucu kami sedang dalam penjagaan istri saya, keduanya mulai bertengkar memperebutkan sebuah mainan. Tiba-tiba, sang adik (yang lebih muda 3 tahun), dengan lantang memerintah kakaknya, “Cameron, pergi ke kamarmu!” Mendengarkan hardikan tersebut, dengan bahu terkulai dan sikap gontai, sang kakak mulai berjalan ke arah kamarnya. Namun kemudian, istri saya berkata, “Cameron, kamu tidak harus pergi ke kamarmu. Nathan bukan bosmu!” Menyadari hal itu, sikap Cameron pun berubah, dan dengan tersenyum, ia kembali duduk untuk bermain dengan adiknya.

Sebagai pengikut Kristus, hidup kita dapat saja dicengkeram oleh otoritas palsu berupa kenyataan dari keterpurukan dan kecenderungan diri kita untuk berdosa, sama seperti sikap adik terhadap kakaknya tadi. Dosa yang berkecamuk itu mengancam untuk mendominasi hati dan pikiran kita, sehingga sirnalah sukacita dari hubungan kita dengan Sang Juruselamat.

Namun melalui kematian dan kebangkitan Kristus, semua itu hanyalah ancaman kosong. Dosa tidak lagi mempunyai otoritas atas kita. Itulah sebabnya Paulus mengatakan, “Sebab kamu tidak akan dikuasai lagi oleh dosa, karena kamu tidak berada di bawah hukum Taurat, tetapi di bawah kasih karunia” (Rm. 6:14).

Meski keterpurukan kita itu sangat nyata, kasih karunia Kristus memampukan kita untuk menjalani sebuah hidup yang menyenangkan Allah dan yang menunjukkan pada dunia kuasa-Nya yang sanggup mengubahkan jiwa. Dosa tidak lagi menjadi bos kita. Kita sekarang hidup dalam kasih karunia dan hadirat Yesus. Kuasa Kristus dalam hidup kita telah membebaskan kita dari belenggu dosa.

Terima kasih atas kasih karunia-Mu, Tuhan, yang telah menyucikan batin kami. Kasih karunia-Mu lebih besar dari semua dosa kami. Kami sadar kami tak dapat hidup tanpa kasih karunia-Mu. Dan kami bersyukur tak perlu khawatir kehilangan kasih karunia-Mu.
Allah mencari kita yang gelisah, menerima kita yang berdosa, menjaga kita yang terpuruk. ––Scotty Smith
 
 
 
 
 
 
 

DOA Memulai Hubungan Pribadi dengan Tuhan Yesus Kristus:
Saya percaya bahwa Darah Yesus Kristus yang telah dicurahkan adalah untuk penebusan atas segala hutang dosa saya.
Saya percaya hanya melalui Tuhan Yesus saya beroleh pengampunan yang kekal.
Dan mulai saat ini juga, saya menerima Engkau sebagai Tuhan dan Juruselamat hidup saya pribadi.
Saya mengundang ROH KUDUS tinggal didalam hati saya untuk menuntun saya dalam setiap langkah dan pengenalan saya akan Engkau.
Saya berdoa Hanya di Dalam Nama Tuhan Yesus Kristus, AMIN.

Sumber:
http://www.santapanrohani.org

Leave a Comment

Follow by Email
LinkedIn
Share
WhatsaApp
×