Sukacita dan Keadilan

Engkau memerintah bangsa-bangsa dengan adil, dan menuntun suku-suku bangsa di atas bumi. —Mazmur 67:5

Pada suatu pelayanan di Asia, saya terlibat dalam dua percakapan yang sungguh membuka wawasan saya dalam rentang beberapa jam. Pertama, seorang pendeta menuturkan bagaimana selama sebelas tahun ia dipenjara, sebelum akhirnya dibebaskan, karena kasus pembunuhan yang tidak dilakukannya. Lalu, sekelompok keluarga menceritakan bagaimana mereka telah menghabiskan banyak uang untuk meloloskan diri dari penganiayaan di tanah air mereka. Namun, mereka justru dikhianati oleh orang yang mereka andalkan. Dan sekarang, setelah bertahun-tahun tinggal di pengungsian, mereka pun bertanya-tanya kapan mereka akan mendapatkan tempat tinggal yang tetap.

Dalam kedua kasus itu, keadaan pihak yang menjadi korban diperparah dengan tiadanya keadilan. Itulah salah satu bukti dari kebobrokan dunia ini. Namun, tiadanya keadilan bukanlah kondisi yang akan berlangsung selamanya.

Mazmur 67 menyerukan kepada umat Allah untuk memperkenalkan Allah pada dunia kita yang menderita. Usaha mereka akan membuahkan sukacita, yang tidak hanya muncul sebagai respons terhadap kasih Allah tetapi juga karena keadilan-Nya. “Kiranya suku-suku bangsa bersukacita dan bersorak-sorai, sebab Engkau memerintah bangsa-bangsa dengan adil, dan menuntun suku-suku bangsa di atas bumi” (ay.5).

Meskipun para penulis Alkitab memahami bahwa keadilan merupakan unsur kunci dari kasih Allah, mereka juga menyadari bahwa hal itu baru akan terwujud sempurna di masa mendatang. Sebelum masa itu tiba, di dunia yang marak dengan ketidakadilan ini, kita dapat menuntun orang lain untuk berharap pada keadilan Allah yang kudus. Kelak dalam kedatangan-Nya, Allah akan mewujudkan “keadilan bergulung-gulung seperti air dan kebenaran seperti sungai yang selalu mengalir!” (Am. 5:24).

Allah Bapa, tolonglah kami untuk mengusahakan keadilan-Mu di mana pun kami berada,
sembari menanti harinya kelak Engkau memulihkan segala sesuatu.
Usahakanlah keadilan dan mohonkanlah belas kasihan.
 
 
 
 
 
 

Sumber: http://www.santapanrohani.org

DOA Memulai Hubungan Pribadi dengan Tuhan Yesus Kristus:
Saya percaya bahwa Darah Yesus Kristus yang telah dicurahkan adalah untuk penebusan atas segala hutang dosa saya.
Saya percaya hanya melalui Tuhan Yesus saya beroleh pengampunan yang kekal.
Dan mulai saat ini juga, saya menerima Engkau sebagai Tuhan dan Juruselamat hidup saya pribadi.
Saya mengundang ROH KUDUS tinggal didalam hati saya untuk menuntun saya dalam setiap langkah dan pengenalan saya akan Engkau.
Saya berdoa Hanya di Dalam Nama Tuhan Yesus Kristus, AMIN.

Leave a Comment

Follow by Email
LinkedIn
Share
WhatsApp
×