Sulitnya Menunggu

Ajarlah kami menghitung hari-hari kami sedemikian, hingga kami beroleh hati yang bijaksana. —Mazmur 90:12

Beberapa tahun terakhir, dua anggota keluarga saya terdiagnosis menderita penyakit yang mengancam nyawa mereka. Bagi saya, bagian tersulit dari usaha saya menguatkan mereka sepanjang perawatan adalah ketidakpastian yang terus-menerus ada. Saya selalu menghendaki penjelasan yang terus terang dari dokter, tetapi itu jarang sekali terjadi. Alih-alih diberi penjelasan, kami sering diminta untuk menunggu.

Memang tidak mudah berada dalam ketidakpastian yang membuat kami terus bertanya-tanya tentang apa yang akan ditunjukkan oleh hasil tes berikutnya. Berapa lama lagi waktu yang kami punya—berapa minggu, bulan, tahun, atau dekade—sebelum kematian memisahkan kami? Namun, terlepas dari penyakit dan diagnosis, masing-masing dari kita pasti akan meninggal dunia suatu hari nanti, dan hal seperti kanker membuat kita lebih cepat memikirkan tentang kefanaan kita—sesuatu yang selama ini mungkin hanya terpendam di dalam benak.

Ketika diingatkan kembali tentang kefanaan manusia, saya pun berdoa dengan kata-kata yang dahulu menjadi doa Musa. Mazmur 90 mengatakan kepada kita bahwa meskipun hidup kita seperti rumput yang akan lisut dan layu (ay.5-6), kita memiliki Allah sebagai tempat perteduhan (ay.1). Seperti Musa, kita dapat meminta Allah untuk mengajar kita menghitung hari-hari supaya kita bisa membuat keputusan-keputusan yang bijaksana (ay.12), dan untuk membuat hidup kita yang singkat ini berbuah dengan menjadikan segala karya tangan kita bagi-Nya berhasil (ay.17). Pada akhirnya, mazmur itu mengingatkan kita bahwa pengharapan kita tidaklah diletakkan pada diagnosis dari dokter, melainkan pada Allah yang kekal “dari selama-lamanya sampai selama-lamanya”.

Bagaimana kita dapat menggunakan waktu yang telah diberikan kepada kita dengan baik?
Kita sanggup menghadapi kenyataan akan kefanaan kita karena kita percaya kepada Allah.
 
 
 

Sumber:
http://www.santapanrohani.org

DOA Memulai Hubungan Pribadi dengan Tuhan Yesus Kristus:
Saya percaya bahwa Darah Yesus Kristus yang telah dicurahkan adalah untuk penebusan atas segala hutang dosa saya.
Saya percaya hanya melalui Tuhan Yesus saya beroleh pengampunan yang kekal.
Dan mulai saat ini juga, saya menerima Engkau sebagai Tuhan dan Juruselamat hidup saya pribadi.
Saya mengundang ROH KUDUS tinggal didalam hati saya untuk menuntun saya dalam setiap langkah dan pengenalan saya akan Engkau.
Saya berdoa Hanya di Dalam Nama Tuhan Yesus Kristus, AMIN.

Leave a Comment

Follow by Email
LinkedIn
Share
WhatsApp
×