Tangan Allah

Jiwaku melekat kepada-Mu, tangan kanan-Mu menopang aku. —Mazmur 63:9

Ketika NASA (Lembaga Aeronautik dan Ruang Angkasa Amerika Serikat) mulai menggunakan sebuah teleskop ruang angkasa jenis baru untuk menangkap spektrum-spektrum cahaya yang berbeda, para peneliti dikejutkan oleh salah satu foto yang dihasilkannya. Foto itu menunjukkan sesuatu yang tampak seperti jari-jari tangan, sebuah jempol, dan telapak tangan yang terbuka dengan perpaduan warna biru, ungu, hijau, dan emas yang sangat spektakuler. Beberapa orang menyebutnya sebagai “Tangan Allah”.

Pemikiran bahwa Allah akan mengulurkan tangan-Nya untuk menolong kita pada saat kita membutuhkan adalah tema utama dari Kitab Suci. Dalam Mazmur 63 kita membaca: “Sungguh Engkau telah menjadi pertolonganku, dan dalam naungan sayap-Mu aku bersorak-sorai. Jiwaku melekat kepada-Mu, tangan kanan-Mu menopang aku” (ay.8-9). Pemazmur merasakan pertolongan dari Allah itu bagaikan tangan kanan yang menopangnya. Sejumlah pengajar Alkitab percaya bahwa Raja Daud menulis mazmur itu di tengah padang gurun Yehuda sepanjang masa-masa kelam dari pemberontakan Absalom, putranya. Absalom telah bersekongkol untuk menggulingkan sang ayah, dan Daud pun melarikan diri ke padang gurun (2Sam. 15–16). Bahkan sepanjang masa sulit itu, Allah hadir dan Daud percaya kepada-Nya. Ia berkata, “Sebab kasih setia-Mu lebih baik dari pada hidup; bibirku akan memegahkan Engkau” (Mzm. 63:4).

Terkadang hidup ini memang bisa terasa menyakitkan, tetapi Allah terus mengulurkan tangan-Nya yang memberikan penghiburan di tengah masa-masa sulit tersebut. Kita tidak pernah jauh dari jangkauan tangan-Nya.

Di bawah pengawasan mata-Nya
Umat-Nya yang kudus aman berdiam;
Tangan yang menopang seluruh alam
Akan sanggup menjaga anak-anak-Nya. —Doddridge
Allah menanggung beban dunia di atas bahu-Nya, tetapi memegang anak-anak-Nya dengan telapak tangan-Nya.
 
 
 
 
 
 

DOA Memulai Hubungan Pribadi dengan Tuhan Yesus Kristus:
Saya percaya bahwa Darah Yesus Kristus yang telah dicurahkan adalah untuk penebusan atas segala hutang dosa saya.
Saya percaya hanya melalui Tuhan Yesus saya beroleh pengampunan yang kekal.
Dan mulai saat ini juga, saya menerima Engkau sebagai Tuhan dan Juruselamat hidup saya pribadi.
Saya mengundang ROH KUDUS tinggal didalam hati saya untuk menuntun saya dalam setiap langkah dan pengenalan saya akan Engkau.
Saya berdoa Hanya di Dalam Nama Tuhan Yesus Kristus, AMIN.

Sumber:
http://www.santapanrohani.org

Leave a Comment

Follow by Email
LinkedIn
Share
WhatsaApp
×