Waspada dan Berjaga-jaga

Berjaga-jagalah! Berdirilah dengan teguh dalam iman! —1 Korintus 16:13

Meja saya terletak di dekat jendela yang menghadap ke lingkungan rumah kami. Dari jendela tersebut, saya beruntung dapat melihat sekelompok burung hinggap di pepohonan sekitar. Ada burung yang hinggap di jendela untuk memangsa serangga-serangga yang terperangkap pada kasa jendela.

Burung-burung itu mewaspadai adanya ancaman bahaya dengan sungguh-sungguh mendengarkan apa yang terjadi di sekitarnya. Setelah merasa yakin tidak ada bahaya yang mengancam, burung-burung itu pun hinggap untuk makan. Meskipun demikian, burung-burung itu berhenti makan setiap beberapa detik untuk kembali mengawasi sekitarnya.

Kewaspadaan yang ditunjukkan burung-burung tersebut mengingatkan saya pada perintah Alkitab agar kita selalu waspada sebagai orang Kristen. Dunia ini memang penuh dengan godaan, tetapi kita perlu terus berjaga-jaga secara konsisten dan tidak lengah terhadap bahaya yang mengancam. Seperti Adam dan Hawa, kita pun mudah terjerat oleh daya pikat dari hal-hal di dalam dunia yang kelihatannya “baik untuk dimakan dan sedap kelihatannya, lagipula . . . menarik hati karena memberi pengertian” (Kej. 3:6).

Paulus menasihatkan, “Berjaga-jagalah! Berdirilah dengan teguh dalam iman!” (1Kor. 16:13). Petrus juga mengingatkan, “Sadarlah dan berjaga-jagalah! Lawanmu, si Iblis, berjalan keliling sama seperti singa yang mengaum-aum dan mencari orang yang dapat ditelannya” (1Ptr. 5:8).

Dalam kehidupan kita sehari-hari, apakah kita mewaspadai hal-hal duniawi yang mulai menguasai kita? Apakah kita mendeteksi adanya tanda-tanda sikap mengandalkan diri sendiri atau kekerasan hati yang akan menjauhkan iman kita dari Allah?

Tuhan, jauhkanlah kami dari dosa yang tersembunyi dan perbuatan egois yang cenderung kami lakukan.
Oleh anugerah-Mu, ubahlah pencobaan yang kami alami menjadi sarana untuk membuat kami semakin serupa dengan Kristus.
Jalan terbaik untuk melepaskan diri dari pencobaan adalah dengan berlari kepada Allah.
 
 
 
 
 

Sumber:
http://www.santapanrohani.org

DOA Memulai Hubungan Pribadi dengan Tuhan Yesus Kristus:
Saya percaya bahwa Darah Yesus Kristus yang telah dicurahkan adalah untuk penebusan atas segala hutang dosa saya.
Saya percaya hanya melalui Tuhan Yesus saya beroleh pengampunan yang kekal.
Dan mulai saat ini juga, saya menerima Engkau sebagai Tuhan dan Juruselamat hidup saya pribadi.
Saya mengundang ROH KUDUS tinggal didalam hati saya untuk menuntun saya dalam setiap langkah dan pengenalan saya akan Engkau.
Saya berdoa Hanya di Dalam Nama Tuhan Yesus Kristus, AMIN.

Leave a Comment

Follow by Email
LinkedIn
Share
WhatsaApp
×