Yang Paling Penting

Hendaklah dengan rendah hati yang seorang menganggap yang lain lebih utama dari pada dirinya sendiri; dan janganlah tiap-tiap orang hanya memperhatikan kepentingannya sendiri, tetapi kepentingan orang lain juga.
—Filipi 2:3-4

Dua orang sedang mengevaluasi perjalanan bisnis mereka dan hasil yang mereka dapatkan. Yang satu menilai perjalanan tersebut berhasil karena mereka dapat menjalin hubungan dengan pihak-pihak baru yang cukup penting melalui relasi bisnis mereka. Namun, yang seorang lagi justru mengatakan, “Hubungan memang baik, tetapi yang paling penting adalah hasil penjualan.” Jelas sekali keduanya mempunyai tujuan bisnis yang jauh berbeda.

Baik di dunia bisnis, dalam keluarga, atau bahkan di gereja, alangkah mudahnya kita memandang sesama kita dari segi manfaat apa yang bisa mereka berikan kepada kita. Kita lebih mudah menilai mereka dari apa yang bisa kita peroleh dari mereka daripada memikirkan bagaimana kita, sebagai pengikut Yesus, bisa melayani mereka. Di suratnya kepada jemaat di Filipi, Paulus mengatakan, “[Hendaklah kamu] tidak mencari kepentingan sendiri atau puji-pujian yang sia-sia. Sebaliknya hendaklah dengan rendah hati yang seorang menganggap yang lain lebih utama dari pada dirinya sendiri; dan janganlah tiap-tiap orang hanya memperhatikan kepentingannya sendiri, tetapi kepentingan orang lain juga” (Flp. 2:3-4).

Tidaklah patut kita memanfaatkan sesama kita demi keuntungan kita sendiri. Karena Allah mengasihi mereka dan kita juga dikasihi oleh-Nya, kita pun patut saling mengasihi. Kasih-Nya adalah kasih terbesar yang pernah ada.

Ya Tuhan, ajarlah aku untuk memandang sesama dengan cara pandang-Mu, bahwa mereka diciptakan dalam gambar dan rupa-Mu, dikasihi oleh-Mu, dan membutuhkan perhatian-Mu. Kiranya kasih-Mu yang agung memenuhi hatiku sehingga kasih itu dapat dilihat oleh siapa saja di sekitarku.
Sukacita kita alami ketika kita mendahulukan kepentingan orang lain daripada kepentingan kita sendiri.
 
 
 
 
 

DOA Memulai Hubungan Pribadi dengan Tuhan Yesus Kristus:
Saya percaya bahwa Darah Yesus Kristus yang telah dicurahkan adalah untuk penebusan atas segala hutang dosa saya.
Saya percaya hanya melalui Tuhan Yesus saya beroleh pengampunan yang kekal.
Dan mulai saat ini juga, saya menerima Engkau sebagai Tuhan dan Juruselamat hidup saya pribadi.
Saya mengundang ROH KUDUS tinggal didalam hati saya untuk menuntun saya dalam setiap langkah dan pengenalan saya akan Engkau.
Saya berdoa Hanya di Dalam Nama Tuhan Yesus Kristus, AMIN.

Sumber:
http://www.santapanrohani.org

Leave a Comment

Follow by Email
LinkedIn
Share
WhatsApp
×