Air Mata dan Tawa

Orang tidak dapat lagi membedakan mana bunyi sorak-sorai kegirangan dan mana bunyi tangis rakyat. —Ezra 3:13

Tahun lalu di sebuah acara retret, saya bertemu dengan beberapa teman yang sudah lama tidak berjumpa. Kami tertawa bersama karena dapat bertemu kembali, tetapi saya juga menangis karena menyadari bahwa saya begitu merindukan mereka.

Pada hari terakhir kebersamaan kami, kami merayakan Perjamuan Kudus. Kembali kami bergembira sekaligus berurai air mata! Saya bersukacita atas anugerah Allah yang telah memberi saya hidup kekal dan juga hari-hari indah yang baru saya lalui bersama para sahabat. Namun saya kembali menangis karena menyadari besarnya harga yang telah Yesus bayar untuk menebus saya dari dosa.

Saya teringat akan Ezra dan suatu hari yang indah di Yerusalem. Orang Israel baru kembali dari pembuangan dan mereka baru saja menyelesaikan pembangunan kembali dasar Bait Suci bagi Tuhan. Mereka bernyanyi dengan gembira, tetapi sejumlah imam yang berusia lanjut menangis (Ezr. 3:10-12). Agaknya mereka teringat pada bait Allah yang pernah didirikan Salomo dan kejayaannya di masa lampau. Mungkinkah sebenarnya mereka berduka atas dosa-dosa mereka yang telah menyebabkan mereka dibuang?

Terkadang ketika melihat Allah berkarya, kita merasakan beragam perasaan, seperti sukacita saat melihat keajaiban Allah dan dukacita saat teringat pada dosa-dosa kita dan kebutuhan kita akan penebusan-Nya.

Bangsa Israel bersorak-sorai dan menangis, hingga suara mereka terdengar sampai jauh (ay.13). Kiranya perasaan kita menjadi ungkapan dari kasih dan penyembahan kita kepada Tuhan, dan kiranya ungkapan perasaan itu juga menyentuh jiwa-jiwa di sekitar kita.

Tuhan, Engkau menerima dukacita dan sukacita kami, setiap air mata dan tawa kami. Kami membawa seluruh perasaan kami seutuhnya kepada-Mu. Kami rindu memuji-Mu dengan segenap keberadaan kami.
Baik air mata maupun senyum sama-sama memberikan pujian bagi Allah.
 
 
 
 
 

DOA Memulai Hubungan Pribadi dengan Tuhan Yesus Kristus:
Saya percaya bahwa Darah Yesus Kristus yang telah dicurahkan adalah untuk penebusan atas segala hutang dosa saya.
Saya percaya hanya melalui Tuhan Yesus saya beroleh pengampunan yang kekal.
Dan mulai saat ini juga, saya menerima Engkau sebagai Tuhan dan Juruselamat hidup saya pribadi.
Saya mengundang ROH KUDUS tinggal didalam hati saya untuk menuntun saya dalam setiap langkah dan pengenalan saya akan Engkau.
Saya berdoa Hanya di Dalam Nama Tuhan Yesus Kristus, AMIN.

Sumber:
http://www.santapanrohani.org

Leave a Comment

Follow by Email
LinkedIn
Share
WhatsApp
×

Powered by WhatsApp Chat

× Dukungan Doa

Notice: ob_end_flush(): failed to send buffer of zlib output compression (0) in /home/kesaksian/public_html/wp-includes/functions.php on line 5309