Jangan Hanyut Terbawa Arus

Karena itu harus lebih teliti kita memperhatikan apa yang telah kita dengar, supaya kita jangan hanyut dibawa arus. —Ibrani 2:1

Di akhir suatu semester, saya dan istri menjemput putri kami dari sekolahnya yang berjarak sekitar 100 KM dari rumah. Dalam perjalanan pulang, kami mampir ke suatu tempat istirahat di pantai terdekat untuk membeli makanan ringan. Sambil bersantai, kami memperhatikan perahu-perahu yang ada di pinggir pantai. Biasanya perahu-perahu dilabuhkan agar tidak hanyut terbawa arus, tetapi saya melihat di antara perahu-perahu itu ada sebuah perahu yang terombang-ambing dengan bebas dan lambat laun hanyut ke laut lepas.

Dalam perjalanan pulang, saya merenungkan peringatan yang sangat tepat diberikan kepada orang percaya dalam kitab Ibrani: “Karena itu harus lebih teliti kita memperhatikan apa yang telah kita dengar, supaya kita jangan hanyut dibawa arus” (Ibr. 2:1). Ada alasan yang baik mengapa kita jangan sampai terbawa arus. Penulis kitab Ibrani mengatakan bahwa meskipun hukum Taurat itu dapat dipercaya dan patut ditaati, tetapi kabar yang dibawa oleh Yesus, Anak Allah, jauh lebih unggul. Keselamatan kita dalam Yesus begitu besar sehingga Dia tidak boleh kita sia-siakan (ay.3).

Seringkali kita tidak menyadari bahwa hubungan kita dengan Allah semakin renggang, karena hal itu terjadi sedikit demi sedikit. Namun demikian, jika kita terus bercakap-cakap dengan-Nya di dalam doa dan membaca firman-Nya, mengakui dosa kita di hadapan-Nya, dan berinteraksi dengan murid-murid Yesus lainnya, kita akan dimampukan untuk senantiasa berpaut kepada-Nya. Ketika kita menjaga hubungan yang teratur dengan Tuhan, Dia akan terus menopang dan menjaga kita agar tidak hanyut terbawa arus.

Apa sifat Yesus yang membuat Anda selalu ingin dekat dengan-Nya?
Agar tidak terhanyut dan menjauh dari Allah, tambatkan diri Anda pada Batu Karang yang teguh.
 
 
 
 
 

DOA Memulai Hubungan Pribadi dengan Tuhan Yesus Kristus:
Saya percaya bahwa Darah Yesus Kristus yang telah dicurahkan adalah untuk penebusan atas segala hutang dosa saya.
Saya percaya hanya melalui Tuhan Yesus saya beroleh pengampunan yang kekal.
Dan mulai saat ini juga, saya menerima Engkau sebagai Tuhan dan Juruselamat hidup saya pribadi.
Saya mengundang ROH KUDUS tinggal didalam hati saya untuk menuntun saya dalam setiap langkah dan pengenalan saya akan Engkau.
Saya berdoa Hanya di Dalam Nama Tuhan Yesus Kristus, AMIN.

Sumber:
http://www.santapanrohani.org

Leave a Comment

Follow by Email
LinkedIn
Share
WhatsaApp
×