Pemberi Semangat

Nasihatilah seorang akan yang lain dan saling membangunlah kamu. —1 Tesalonika 5:11

Pada musim panas tahun 2015, Hunter (15 tahun) menggendong adik laki-lakinya, Braden (8 tahun), sepanjang 92 km dalam kegiatan jalan sehat yang diadakan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang kebutuhan para penderita kelumpuhan otak (cerebral palsy). Dengan bobot Braden seberat 27 kg, Hunter perlu berhenti beberapa kali untuk beristirahat dan beberapa orang menolong Hunter untuk melemaskan ototnya. Hunter juga memakai gendongan khusus untuk meringankannya ketika menggendong Braden. Hunter berkata, meskipun gendongan khusus itu dapat meringankannya secara fisik, bantuan yang lebih besar diperoleh Hunter dari orang-orang yang ditemuinya di sepanjang jalan. “Tanpa kehadiran orang-orang yang menyemangati dan ikut berjalan bersama kami, aku tak mungkin dapat melakukannya. . . . Kedua kakiku sudah begitu lelah, tetapi teman-teman terus menyemangatiku dan aku pun berhasil menyelesaikannya.”

Rasul Paulus, yang sering kita anggap sebagai pribadi yang kuat dan berani, ternyata juga perlu disemangati. Di Roma 16, ia menuliskan daftar orang yang telah menguatkannya. Mereka melayani bersama Paulus, menguatkannya, mencukupi kebutuhannya, dan mendoakannya. Ia menyebut nama-nama seperti Febe; Priskila dan Akwila, teman-teman sekerjanya; ibu dari Rufus, yang menjadi seperti ibunya sendiri; Gayus, yang memberikan tumpangan kepadanya; dan masih banyak lagi.

Kita semua membutuhkan teman-teman yang mau menyemangati kita, dan kita juga tahu siapa saja orang yang perlu kita kuatkan. Seperti Yesus yang selalu menolong dan menguatkan kita, marilah kita juga saling menolong satu sama lain.

Tuhan, dalam hikmat-Mu, Engkau mendirikan gereja-Mu sebagai tempat bagi kami untuk saling mengasihi dan memperhatikan. Tolonglah aku untuk menjadi saluran anugerah yang telah kuterima bagi orang lain.
Para pemberi semangat meringankan beban berat sesamanya.
 
 
 
 

DOA Memulai Hubungan Pribadi dengan Tuhan Yesus Kristus:
Saya percaya bahwa Darah Yesus Kristus yang telah dicurahkan adalah untuk penebusan atas segala hutang dosa saya.
Saya percaya hanya melalui Tuhan Yesus saya beroleh pengampunan yang kekal.
Dan mulai saat ini juga, saya menerima Engkau sebagai Tuhan dan Juruselamat hidup saya pribadi.
Saya mengundang ROH KUDUS tinggal didalam hati saya untuk menuntun saya dalam setiap langkah dan pengenalan saya akan Engkau.
Saya berdoa Hanya di Dalam Nama Tuhan Yesus Kristus, AMIN.

Sumber:
http://www.santapanrohani.org

Leave a Comment

Follow by Email
LinkedIn
Share
WhatsaApp
×