Yang Biasa Anda Lakukan

Orang Yehuda menjadi kokoh, karena mereka mengandalkan diri kepada Tuhan, Allah nenek moyang mereka. —2 Tawarikh 13:18

Ketika suatu konvoi pasukan menunggu giliran mereka untuk bergerak, seorang prajurit muda mengetuk kencang jendela dari kendaraan yang ditumpangi pemimpin regunya. Dengan kesal, sang sersan menurunkan jendela kendaraannya. “Ada apa?”

“Anda harus melakukan hal itu,” kata si prajurit. “Hal apa?” tanya sang sersan. “Itu, yang biasa Anda lakukan,” jawab si prajurit.

Lalu sersan itu pun tersadar. Ia selalu berdoa untuk keselamatan pasukannya, tetapi kali ini ia belum melakukannya. Ia segera keluar dari jip yang ditumpanginya dan mendoakan semua prajuritnya. Prajurit tadi sangat memahami pentingnya seorang pemimpin yang mendoakan mereka.

Di zaman Yehuda kuno, Abiam tidak dikenal sebagai raja yang agung. Dalam 1 Raja-Raja 15:3 tertulis, “[Abiam] tidak dengan sepenuh hati berpaut kepada Tuhan, Allahnya.” Namun ketika Yehuda sedang siap-siap berperang melawan Israel, dengan jumlah tentara yang setengah dari tentara lawan, Abiam tahu dengan pasti: orang-orang beriman di kerajaan Yehuda yang dipimpinnya masih menyembah Allah (2Taw. 13:10-12), sedangkan kesepuluh suku Israel telah menyingkirkan imam-imam Tuhan dan menyembah dewa-dewa berhala (ay.8-9). Maka Abiam pun dengan yakin berpaling kepada satu-satunya Allah yang benar.

Riwayat hidup Abiam yang tidak selalu setia memang tragis. Namun di masa krisis, ia tahu siapa yang harus diandalkannya, sehingga pasukannya menang telak “karena mereka mengandalkan diri kepada Tuhan, Allah nenek moyang mereka” (2Taw. 13:18). Allah kita menerima siapa pun datang kepada-Nya dan mengandalkan-Nya.

Aku tahu doa bukanlah jimat keberuntungan. Namun aku datang kepada-Mu sekarang, ya Tuhan, karena tiada seorang pun yang lebih baik untuk mendengar doaku. Aku mempercayakan segala keadaanku saat ini kepada-Mu.
Allah tidak akan pernah menolak siapa pun yang dengan penuh iman datang kepada-Nya.
 
 
 
 
 

DOA Memulai Hubungan Pribadi dengan Tuhan Yesus Kristus:
Saya percaya bahwa Darah Yesus Kristus yang telah dicurahkan adalah untuk penebusan atas segala hutang dosa saya.
Saya percaya hanya melalui Tuhan Yesus saya beroleh pengampunan yang kekal.
Dan mulai saat ini juga, saya menerima Engkau sebagai Tuhan dan Juruselamat hidup saya pribadi.
Saya mengundang ROH KUDUS tinggal didalam hati saya untuk menuntun saya dalam setiap langkah dan pengenalan saya akan Engkau.
Saya berdoa Hanya di Dalam Nama Tuhan Yesus Kristus, AMIN.

Sumber:
http://www.santapanrohani.org

Leave a Comment

Follow by Email
LinkedIn
Share
WhatsApp
×