Saling Menajamkan

Seorang sahabat menaruh kasih setiap waktu, dan menjadi seorang saudara dalam kesukaran. —Amsal 27:17

Perkataan teman saya itu sungguh menyakitkan. Sembari berusaha tidur, saya berjuang untuk berhenti memikirkan komentar-komentar pedasnya tentang ketegasan sikap saya. Di atas tempat tidur itu, saya meminta hikmat dan ketenangan dari Allah. Beberapa minggu kemudian, karena masih terusik oleh masalah itu, saya pun berdoa, “Aku terluka, ya Tuhan, tetapi tunjukkan padaku apa yang perlu kuubah. Tunjukkanlah padaku apa yang benar dari pendapatnya.”

Teman saya telah bertindak bagaikan kertas ampelas dari Allah dalam hidup saya. Perasaan saya telah digosok dengan keras, tetapi saya tahu bahwa cara saya merespons akan menentukan apakah karakter saya mau dibentuk atau tidak. Saya pun memilih untuk berserah pada proses pelembutan itu, dengan mengakui keangkuhan dan kekerasan hati saya. Saya tahu bahwa sifat-sifat diri saya yang keras itu tidak memuliakan Tuhan.

Raja Salomo tahu bahwa hidup dalam komunitas dapat terasa sulit, dan itulah tema yang dibahasnya dalam kitab Amsal. Di pasal 27, kita melihat hikmat Salomo diterapkan dalam hubungan antar manusia. Ia menyebut bahwa perkataan yang tajam dari seorang teman itu bagaikan besi yang saling menajamkan: “Besi menajamkan besi, orang menajamkan sesamanya” (ay.17). Manusia melakukannya dengan melembutkan sifat-sifat yang keras dari perilaku mereka satu sama lain. Proses tersebut mungkin menyebabkan luka, seperti luka hati yang saya rasakan karena perkataan teman saya (lihat Ams. 27:6). Namun, pada akhirnya Tuhan dapat memakai kata-kata tersebut untuk menolong dan mendorong kita agar mau mengubah kebiasaan dan perilaku kita.

Bagaimana cara Tuhan melembutkan sifat-sifat diri Anda yang keras demi kemuliaan-Nya?

Tuhan, proses pembentukan ini terasa menyakitkan, tetapi aku ingin berserah kepada-Mu dalam proses ini. Bentuklah dan lembutkanlah aku.
Tuhan memperkenankan sifat-sifat keras dalam hidup kita
dilembutkan dengan berbagai pergumulan hidup.
 
 
 
 
 
 
 

DOA Memulai Hubungan Pribadi dengan Tuhan Yesus Kristus:
Saya percaya bahwa Darah Yesus Kristus yang telah dicurahkan adalah untuk penebusan atas segala hutang dosa saya.
Saya percaya hanya melalui Tuhan Yesus saya beroleh pengampunan yang kekal.
Dan mulai saat ini juga, saya menerima Engkau sebagai Tuhan dan Juruselamat hidup saya pribadi.
Saya mengundang ROH KUDUS tinggal didalam hati saya untuk menuntun saya dalam setiap langkah dan pengenalan saya akan Engkau.
Saya berdoa Hanya di Dalam Nama Tuhan Yesus Kristus, AMIN.

Sumber:
http://www.santapanrohani.org

Leave a Comment

Follow by Email
LinkedIn
Share
WhatsaApp
×