Tempat Berpijak yang Kukuh

Ia mengangkat aku dari lobang kebinasaan, dari lumpur rawa; Ia menempatkan kakiku di atas bukit batu, menetapkan langkahku. —Mazmur 40:3

Daerah tepian sungai yang bersejarah di Savannah, Georgia, Amerika Serikat, ditutupi oleh batu-batu yang tidak sama besar. Penduduk setempat mengatakan bahwa berabad-abad lalu, batu-batu tersebut digunakan sebagai pemberat bagi kapal-kapal yang menyeberangi Samudera Atlantik. Setelah kargo selesai dimuat di Georgia, batu-batu pemberat itu tidak lagi dibutuhkan dan kemudian digunakan untuk melapisi jalan-jalan di dekat dermaga. Batu-batu tersebut telah menyelesaikan tugas utamanya, yaitu menstabilkan kapal yang sedang melewati perairan yang berbahaya.

Hari-hari yang kita jalani dapat terasa seperti mengarungi lautan yang bergelora. Bagaikan kapal di masa lalu, kita membutuhkan kestabilan untuk membantu kita berjalan melewati segala badai kehidupan. Daud juga menghadapi bahaya dalam hidupnya, dan ia memuji karakter Allah yang memberikannya kestabilan setelah masa-masa berat yang telah dilaluinya. Daud menyerukan, “Ia mengangkat aku dari lobang kebinasaan, dari lumpur rawa; Ia menempatkan kakiku di atas bukit batu, menetapkan langkahku” (Mzm. 40:3). Hidup Daud diwarnai dengan beragam konflik, kegagalan diri, dan perselisihan dalam keluarga, tetapi Allah telah memberinya tempat berpijak yang kukuh. Maka Daud pun melantunkan nyanyian “untuk memuji Allah” (ay.4).

Saat kesulitan datang, kita juga dapat memandang Allah kita yang Mahakuasa, karena hanya Dia yang bisa memberikan kestabilan. Pemeliharaan-Nya yang setia menggugah kita untuk berseru bersama Daud, “Banyaklah yang telah Kaulakukan, ya Tuhan, Allahku, perbuatan-Mu yang ajaib dan maksud-Mu untuk kami” (ay.6).

Tiada lain landasanku, hanyalah pada darah-Mu; Tiada lain harapanku, ‘ku bersandarkan nama-Mu. Kristuslah Batu Karangku, di atas Dia ‘ku teguh; Landasan lain hancur luluh. Edward Mote [Nyanyikanlah Kidung BARU, No.120]
Ketika dunia di sekitar kita runtuh, Kristuslah Batu Karang yang teguh, tempat kita berpijak.
 
 
 
 

DOA Memulai Hubungan Pribadi dengan Tuhan Yesus Kristus:
Saya percaya bahwa Darah Yesus Kristus yang telah dicurahkan adalah untuk penebusan atas segala hutang dosa saya.
Saya percaya hanya melalui Tuhan Yesus saya beroleh pengampunan yang kekal.
Dan mulai saat ini juga, saya menerima Engkau sebagai Tuhan dan Juruselamat hidup saya pribadi.
Saya mengundang ROH KUDUS tinggal didalam hati saya untuk menuntun saya dalam setiap langkah dan pengenalan saya akan Engkau.
Saya berdoa Hanya di Dalam Nama Tuhan Yesus Kristus, AMIN.

Sumber:
http://www.santapanrohani.org

Leave a Comment

Follow by Email
LinkedIn
Share
WhatsaApp
×